Harga Batu Bara Drop, Nasib Sahamnya Bagaimana?

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
19 November 2021 14:55
Aktifitas pekerja saat bongkar muat Batubara yang datang dari Batam di Pelabuhan KCN Cilincing,  Jakarta Utara, Kamis (12/4). Keputusan Menteri ESDM Nomor 1359K/30/MEM/2018 soal harga jual batubara untuk penyediaan tenaga listrik buat kepentingan umum, pemerintah menetapkan harga jual untuk PLTU US$70 per ton.  pemerintah juga menetapkan volume maksimal pembelian batubara untuk pembangkit listrik 100 juta ton per tahun atau sesuai kebutuhan batubara untuk pembangkit listrik.Jonan menegaskan, penetapan harga jual batubara untuk PLTU agar tarif tenaga listrik tetap terjaga demi melindungi daya beli masyarakat dan industri yang kompetitif. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara sudah terbang jauh sepanjang tahun ini. Namun, diperkirakan harganya akan koreksi dalam beberapa waktu ke depan. Analis RHB Sekuritas Sekuritas Fauzan Djamal, merekomendasikan hold untuk saham-saham batu bara.

"Kalau boleh saran ya hold, karena agak berisiko di level sekarang. Mungkin tunggu sampai dividen ada. Kita tahu beberapa emiten punya dividen dengan yield yang tinggi," kata Fauzan dalam Investime CNBC Indonesia, Jumat (19/11/2021).

Saham batu bara saat ini berisiko untuk dikumpulkan. Terutama bagi perusahaan yang disetir dari sentiment harga global. Meski emiten batu bara masih mencatatkan fundamental yang baik karena kenaikan harga batu bara yang terjadi dari awal tahun.


"Meski 9 month result bagus tapi harga nggak kemana-mana karena kalah sama isu harga batu bara," katanya.

Menurut Fauzan permintaan batu bara masih tinggi terutama dari negara seperti China dan India. Namun karena sentimen perbaikan lingkungan, peningkatan produksi dari China, dan permintaan batu bara kembali normal membuat harga emas hitam ini bisa tertekan, paling tidak 20%-25% pada tahun depan.

"Ini bisa jadi sentimen negatif karena dari kalkulasi kita top line perusahaan batu bara bisa turun 15%, dan berkontribusi penurunan di laba," katanya.

Namun dia masih merekomendasikan untuk perdagangan jangka pendek, terlebih ada sentimen santa claus rally yang atau kenaikan yang biasa terjadi pada akhir bulan.

Fauzan merekomendasikan saham UNTR, INDY untuk jangka panjang. Sementara untuk perdagangan jangka pendek ada ADRO, ITMG, PTBA karena harga saham masih lagger karena harga saham belum mencerminkan fundamental emiten itu.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masih Profit Taking, Saham Batu Bara Sempat Dibanting Lagi


(emy/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading