Direktur & 2 Komisaris KB Bukopin Mundur Berjamaah, Ada Apa?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 November 2021 08:38
KB Bukopin

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank, PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) mengumumkan pengunduran diri jajaran pengurus perusahaan. Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, terdapat 1 direktur dan 2 komisaris yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Ketiganya antara lain, Hari Wurianto yang menjabat sebagai direktur. BBKP menerima surat pengunduran diri Hari Wurianto pada 17 November 2021.

Kemudian, Komisaris Utama Independen BBKP, Bo Youl Oh dan Wakil Komisaris Independen Amal Damandari juga mundur dari jabatannya. Perusaahan menerima pengunduran diri keduanya pada 18 November 2021.


Corporate Secretary Bank KB Bukopin, Tias Hardi menegaskan, pengurnduran diri jajaran pengurus perusahaan tersebut tidak akan berdampak pada kegiatan usaha dan operasional perseroan.

"Kegiatan usaha dan operasional perseroan tetap berjalan dengan normal sebagaimana biasa," kata Tiias, dikutip Jumat (19/11/2021).

Menurutnya, permohonan pengunduran diri tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sebagai informasi, PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) akan segera merealisasikan Penawaran Umum Terbatas Keenam (PUT VI) untuk penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Bank Bukopin juga telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin (8/11/2021) terkait aksi korporasi rights issue ini. KB Kookminsebagai pemegang saham utama BBKP juga menyatakan siap untuk menjadi pembeli siaga pada PUT ini.

Pada pelaksanaan PUT VI, Bukopin akan menerbitkan saham baru kelas B sebanyak 35.214.288.984 saham kepada para pemegang saham. Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) akan dibagikan kepada para pemegang saham Perseroan yang tercatat pada tanggal 18 November 2021 mendatang.

Nantinya, KB Kookmin Bank selaku pemegang saham utama Perseroan menyatakan akan melaksanakan seluruh haknya untuk membeli saham baru yang ditawarkan dalam PUT VI ini, dengan jumlah sebesar Rp 4,72 triliun atau 23.593.682.494 saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Belum Pulih, Buku KB Bukopin Masih Merah Rugi Rp 361 M


(sys/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading