IHSG Rontok Usai Rekor, Duh 5 Saham Ini Ramai Diobral Asing!

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
12 November 2021 14:47
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berayun ke zona merah sejak perdagangan sesi pertama Jumat (12/11/2021), setelah sempat dibuka melewati level psikologis 6.700.

Menurut data Bursa Efek Indonesia, IHSG berakhir di level 6.667,729 atau drop 23,6 poin (-0,35%) pada penutupan siang.

IHSG dibuka naik 0,29% ke 6.710,854, indeks acuan utama bursa ini menyentuh level tertinggi hariannya pada 6.714,158 beberapa menit jelang pukul 09:00 WIB.


Selanjutnya pada perdagangan sesi II, IHSG kembali tertekan semakin dalam yang pada pukul 14.22 tercatat berada di level 6.654,958 atau kembali turun 12,77 poin (-0,19%) dari penutupan sesi I. Sementara itu dari awal perdagangan, IHSG tercatat telah melemah 0,54%.

Nilai perdagangan berada di level Rp 8,93 triliun yang melibatkan 20 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,07 juta kali.

Investor asing hari ini masih mencetak pembelian bersih (net buy) Rp 74,85 miliar, sedikit berkurang dari nilai pada penutupan sesi I senbesar Rp 127,2 miliar.

Berikut ini lima saham yang paling banyak dilepas asing yang turut berkontribusi terhadap pelemahan IHSG.

- Bank Jago (ARTO) net sell Rp 71,1 M, saham -4,61% ke level Rp 15.525

- Telkom Indonesia (TLKM) net sell Rp 38 M, saham -1,10% ke level Rp 3.610

- Indo Tambangraya Megah (ITMG) net sell Rp 32,3 M, saham -3,94% ke level Rp 20.725

- Perusahaan Gas Negara (PGAS) net sell Rp 26,1 M, saham -1,00% ke level Rp 1,490

- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) net sell Rp 25,7 M, saham -0,71% ke level Rp 4.220.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Asing Mulai Khawatir Kasus Covid RI, Obral Saham Big Cap


(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading