Valuasi IPO Bisa Capai Rp 58 T, Cek Jeroan Keuangan Cat Avian

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
12 November 2021 13:35
Dok Cat Avian

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan yang bergerak di bisnis cat merek Avian, PT Avia Avian, berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 6.200.000.000 saham baru setara 10% dari modal yang ditempatkan perseroan.

Dengan kisaran penawaran Rp 780 hingga Rp 930 per saham, perseroan berpotensi meraih dana maksimal sebesar Rp 5,76 triliun.

Jumlah ini lebih besar dari target maksimal dana IPO produsen produk susu dan makanan yang dalam waktu dekat juga akan menawarkan sahamnya ke punlik, Cimory, PT Cisarua Mountain Dairy.


Selain itu jika saham yang ditawarkan Avian tersebut mampu diserap oleh investor pada level tertinggi, valuasi perusahaan ketika melantai di bursa akan mencapai Rp 57,6 triliun, mengingat saham beredar nantinya mencapai 61,95 miliar saham.

Hal ini membuat Avian menjadi salah satu perusahaan raksasa yang melakukan IPO tahun ini.

Prospektus Avian, 12 November 2021Foto: Prospektus Avian, 12 November 2021
Prospektus Avian, 12 November 2021

Sebagai perbandingan, IPO 29,85% saham PT Dayamitra Telekomikasi atau Mitratel, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) (TLKM), yang telah disetujui menurut sumber pasar yakni di harga Rp 800 per saham menjadikan Mitratel berpotensi memperoleh Rp 20,43 triliun dana IPO.

Jumlah ini pun menjadikan valuasi perusahaan sebesar Rp 68,45 triliun. Sedangkan valuasi awal PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) ketika IPO mencapai Rp 87,6 triliun.

Berarti valuasi maksimal Avian hanya 16,85% lebih kecil dari Mitratel.

Lalu bagaimana kinerja keuangan perusahaan?

Prospektus Avian, 12 November 2021Foto: Prospektus Avian, 12 November 2021
Prospektus Avian, 12 November 2021

Berdasarkan laporan kinerja keuangan yang terbit dalam prospektus penawaran perdana, hingga akhir Mei 2021, Avian tercatat memperoleh pendapatan Rp 2,70 triliun.

Pendapatan tersebut meningkat 32,3% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 2,04 triliun.

Meningkatnya pendapatan usahanya ikut berkontribusi pada pertumbuhan laba bersih perusahaan yang tercatat naik 101% menjadi Rp 603,45 miliar dari posisi yang sama tahun 2020 sebesar Rp 300,12 miliar.

Selain itu, kinerja laba yang positif juga didorong oleh kemampuan perusahaan melakukan efisiensi. Tercatat beban penjualan perusahaan turun menjadi Rp 384,92 miliar dari semula Rp 414,56 miliar. Selain itu beban umum dan administrasi juga menyusut menjadi Rp 71,05 miliar dari semula Rp 78,29 miliar.

Total nilai aset perusahaan naik menjadi Rp 6,14 triliun dari posisi akhir Desember tahun lalu sebesar Rp 5,87 triliun. Aset ini terdiri dari aset lancar sejumlah Rp 4,17 triliun dan Rp 1,96 triliun sisanya berupa aset tidak lancar.

Liabilitas perusahaan tercatat sebesar Rp 2,90 triliun, meningkat lebih dari 100% dari posisi akhir tahun di angka Rp 1,18 triliun. Liabilitas ini terdiri dari kewajiban jangka pendek senilai Rp 2,79 triliun dan porsi jangka panjang senilai Rp 111,73 miliar.

Alhasil ekuitas perusahaan tercatat menyusut 31% menjadi Rp 3,23 triliun dari semula Rp 4,68 triliun pada akhir Desember tahun lalu.

Hingga akhir Mei 2021, perusahaan juga diketahui memperoleh utang bank senilai Rp 808,49 miliar serta mampu membayarkan dividen tunai sejumlah Rp 1,05 triliun.

Sebagai informasi, PT Avian Avia atau dikenal sebagai Avian Brands adalah sebuah perusahaan cat dan produk-produk kimia Indonesia yang berkantor pusat di Surabaya yang awalnya didirikan oleh pada 1 November 1978 di Kabupaten Sidoarjo oleh Tan Tek Swie (Soetikno Tanoko).

Soetikno Tanoko sudah meninggal dunia pada Minggu 1 November 2020 dan digantikan putranya Hermanto Tanoko.

Hermanto Tanoko juga merupakan ultimate beneficial owner (pemilik manfaat terakhir) dan pengendali dari bisnis ritel bahan bangunan (Depo Bangunan), PT Caturkarda Depo Bangunan, yang juga akan tercatat di BEI pada 25 November mendatang. Ia memiliki Depo Bangunan bersama Budyanto Totong dan Kambiyanto Kettin.

Hermanto Tanoko, pengusaha asal Surabaya ini juga menjadi Group CEO Tancorp Abadi Nusantara yang membawahi 8 subholding perusahaan, termasuk produsen minuman Cleo.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Yuk Dipilih 6 Saham IPO, dari BUMN hingga Crazy Rich Surabaya


(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading