Analisis Teknikal

Anti Taper Tantrum, IHSG Siap Lanjut 'Terbang' Sesi 2

Market - Putra, CNBC Indonesia
04 November 2021 13:02
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 0,82% ke level 6.605,84 hingga akhir sesi I perdagangan Rabu (04/11/2021).

Indeks bergerak di rentang 6.583 hingga 6.618 pada perdagangan intraday hari ini. Sebanyak 354 saham menguat, 153 melemah dan 158 stagnan.

Transaksi tembus Rp 6,47 triliun dan asing beli bersih di pasar reguler senilai Rp 89,8 miliar. Hampir semua indeks sektoral menguat. Jawara indeks sektoral hingga sesi I adalah sektor utilitas, energi dan basic materials.


Bank sentral AS, The Fed telah resmi mengumumkan tapering atau program pengurangan pembelian obligasi. Laju injeksi likuiditas telah dikurangi sebesar US$ 15 miliar per bulan. Namun pasar tidak bereaksi negatif seperti pada tahun 2013 silam.

Pasar saham As justru ditutup menguat semalam. Indeks Dow Jones naik 0,29%. Indeks S&P 500 menguat 0,65% dan Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan apresiasi 1,04%.

Kenaikan harga saham di Wall Street menjadi katalis positif bagi IHSG. Di sisi lain pasar juga sudah mengantisipasi adanya tapering. Secara kebijakan tidak ada surprise. Semua sudah sesuai proyeksi. Alhasil pasar tak reaktif.

Lagipula secara fundamental aset-aset keuangan domestik juga ditopang oleh kondisi makro yang lebih favorable seperti volatilitas rupiah yang rendah dan cenderung menguat, CAD rendah dan cadangan devisa tinggi.

Kombinasi hal tersebut membuat harga saham ikut terkerek naik akibat risk appetite investor yang tetap terjaga.

Namun setelah menguat lebih dari 0,8% bagaimana prospek IHSG sesi II? Berikut ulasan teknikalnya.

Analisis Teknikal

TeknikalFoto: Putra
Teknikal

Pergerakan IHSG dengan menggunakan periode jam (hourly) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (resistance) dan batas bawah (support).

Jika melihat posisi penutupan IHSG, maka indeks harus melewati level resisten terdekatnya di 6.629 untuk membentuk tren bullish.

Sementara itu indeks harus melewati level support terdekatnya di level psikologis 6.552 untuk mengalami tren bearish.

Indikator Relative Strength Index (RSI) sebagai indikator momentum yang membandingkan antara besaran kenaikan dan penurunan harga terkini dalam suatu periode waktu dan berfungsi untuk mendeteksi kondisi jenuh beli (overbought) di atas level 70-80 dan jenuh jual (oversold) di bawah level 30-20.

Saat ini RSI berada di area 61,44 dan belum menyentuh levelnya. Secara umum peluang indeks untuk lanjut naik di sesi II masih ada, tetapi terbatas.

Indeks perlu melewati (break) salah satu level resistance atau support, untuk melihat arah pergerakan selanjutnya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa RI Merah Padam! Tenang...Asing Tetap Borong Saham


(trp/trp)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading