Baru Rights Issue, Bank Banten Masih Rugi Rp 146 M di Q3

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 November 2021 11:30
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten), Agus Syabarrudin (dok. Bank Banten) Foto: Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten), Agus Syabarrudin (dok. Bank Banten)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank daerah milik Pemprov Banten, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) atau Bank Banten, tercatat membukukan kerugian bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 145,70 miliar pada periode September 2021 atau 9 bulan tahun ini.

Kerugian bersih di Q3 tersebut meningkat sebesar 5,99% dari periode sama tahun sebelumnya rugi bersih senilai Rp 137,90 miliar. Hal ini membuat rugi bersih per saham perseroan menjadi minus Rp 3,32 per saham dari sebelumnya minus Rp 2,15 per saham.

Pada 9 bulan pertama tahun ini, pendapatan bunga perseroan tercatat sebesar Rp 209,40 miliar, turun 30,7% dari sebelumnya Rp 302,29 miliar.

Beban bunga tercatat turun menjadi Rp 167,69 miliar dari sebelumnya Rp 265,43 miliar, sehingga, pendapatan bunga bersih Bank Banten sebesar Rp 41,71 miliar dari tahun sebelumnya Rp 36,86 miliar.

Sampai dengan 30 September 2021, BEKS menyalurkan kredit sebesar Rp 3,15 triliun, turun dari sebelumnya Rp 3,78 triliun.

Dari sisi rasio keuangan, loan to deposit ratio (LDR) berada di level 85,01% per September 2021 dari tahun lalu 94,11%. NPL (non performing loan) gross mengalami kenaikan signifikan sebesar 18,24% dari sebelumnya 6,66%, sedangkan, NPL net turun menjadi Rp 4,47% dari sebelumnya 4,60%.

Sedangkan, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pada September sebesar 179,78% dari tahun sebelumnya 142,15%.

Tercatat, total aset BEKS sampai dengan kuartal ketiga tahun ini sebesar Rp 7,21 triliun. Ini terdiri dari liabilitas Rp 5,82 triliun dan ekuitas sebesar Rp 1,39 triliun.

Bulan lalu, Bank Banten baru menyelesaikan pelaksanaan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue, melalui Penawaran Umum Terbatas VII (PUT VII).

Dalam rights issue yang dilaksanakan pada 14-21 Oktober ini, bank eks Bank Pundi ini berhasil meraup pendanaan publik hingga Rp 618 miliar dari 8 miliar saham baru yang terserap. Namun sayangnya investor strategis belum bisa masuk menyerap lantaran keterbatasan waktu.

Direktur Utama Bank Banten Agus Syabarrudin menuturkan, capaian ini melampaui target yang telah ditetapkan perseroan meskipun PT Banten Global Development (BGD) tidak berpartisipasi.

"Dana yang terhimpun pada PUT VII ini melampaui target yang dicanangkan di rencana bisnis bank (RBB) Bank Banten, yakni sebesar Rp 600 miliar. Perolehan dana publik pada PUT VII naik 92,8% dibanding perolehan dana pada PUT VI pada 4 Januari 2021 lalu," kata Agus, dalam keterangannya, Rabu (27/10/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kembangkan Digitalisasi Perbankan, Bank Banten Gandeng Amazon


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading