Ada Kabar Baik buat CPO nih! Siap-siap Borong Saham Sawit?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
29 October 2021 16:40
FILE PHOTO: A worker shows palm oil fruits at a plantation in Chisec, Guatemala December 19, 2018. REUTERS/Luis Echeverria/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/COP) diperkirakan akan terus melanjutkan tren kenaikan ke depannya dan berpotensi menembus level 6.000 RM/ton.

Senior Technical Portfolio Advisor PT Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Alfatih mengungkapkan, kenaikan harga CPO lantaran dipicu oleh permintaan yang masih tinggi baik di pasar domestik maupun global.

"Harganya cenderung masih akan naik, tahun depan masih ada potensi kenaikan. kisaran RM 4.500 sampai RM 6.000/ton, masih cukup prospektif ke depan," ungkap Alfatih, Jumat (29/10/2021).


Dia mengatakan, hampir seluruh harga-harga komoditas memang mengalami kenaikan seiring dengan pemulihan ekonomi, termasuk meningkatnya harga CPO.

Salah satu emiten sawit yang menjadi pilihan Samuel Sekuritas adalah PT Astra Agro Lestrari Tbk (AALI). Dalam 3 bulan terakhir ini, terpantau saham AALI sudah menguat sebesar 31,60%.

Berdasarkan kinerja keuangan perusahaan sampai dengan September, AALI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 1,47 triliun pada kuartal 3 tahun ini atau per September 2021, melesat 152,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp 582,5 miliar.

Tak hanya itu, kata Alfatih, emiten kelapa sawit ini termasuk sektor yang pertumbuhannya masih sangat lagging (indikator yang memberikan sinyal buy/sell sebelum trend) dibanding kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Prospek up side masih sangat besar dibanding saham yang naik kencang seperti bank digital," katanya.

Namun, meskipun kebutuhan CPO masih cukup tinggi, risiko cuaca bisa menjadi ancaman bagi produsen sawit yang bisa mengganggu produksi.

Dalam sebulan terakhir ini, harga komoditas CPO melesat 13,02% dalam sebulan terakhir. Sementara, sepanjang tahun ini (year-to-date), harga sawit melejit 37,94%.

Analis Komoditas Reuters, Wang Tao memperkirakan harga CPO akan menguji target batas bawah di level MYR 4.816/ton. Sementara itu, titik batas atas diperkirakan di MYR 5.048/ton. Jika tertembus, maka harga CPO bisa melanjutkan kenaikan menuju MYR 5.187-5.274/ton.

Akan tetapi, kata Wang, besar kemungkinan tren bearish yang akan menaungi harga CPO. Berdasarkan pola doji yang terbentuk kemarin di kisaran MYR 5.024/ton mengindikasikan dorongan bullish kurang kuat. Penurunan harga menuju MYR 4.878/ton lebih mungkin terjadi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading