Omzet Naik, Laba HM Sampoerna Malah Ambles 20% di Q3

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 October 2021 15:45
Doc.Lapkeu HMSP

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen rokok PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) mencatatkan laba bersih senilai Rp 5,55 triliun sepanjang tahun ini yang berakhir pada September 2021 lalu atau kuartal III-2021.

Laba bersih ini turun 19,62% secara tahunan (year on year/YoY) dari Rp 6,91 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

Turunnya laba bersih ini juga menggerus laba bersih per saham menjadi sebesar Rp 48 dari sebelumnya Rp 59.


Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, nilai laba ini turun kendati pendapatan perusahaan bertambah menjadi Rp 72,51 triliun atau tumbuh 6,99% YoY dari Rp 67,78 miliar di akhir kuartal ketiga 2020 lalu.

Sejalan dengan kenaikan pendapatan ini, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp 59,78 triliun dari Rp 53,54 triliun. Beban penjualan juga ikut naik tipis menjadi Rp 4,69 triliun dari Rp 4,38 triliun.

Beban umum dan administrasi perusahaan turun tipis menjadi Rp 1,38 triliun dari Rp 1,48 triliun. Beban lain-lain juga ikut turun menjadi Rp 1,02 miliar dari Rp 32,13 miliar.

Biaya keuangan perusahaan mengalami kenaikan menjadi Rp 39,68 miliar dari periode sebelumnya yang senilai Rp 35,90 miliar.

Penghasilan lain-lain mengalami kenaikan menjadi Rp 122,05 miliar dari Rp 63,37 miliar. Sedangkan penghasilan keuangan mengalami penurunan menjadi Rp 367,06 miliar dari Rp 615,74 miliar.

Pada periode tersebut, tercatat nilai aset HMSP menjadi sebesar Rp 48,85 triliun, turun tipis dari posisi akhir Desember 2020 yang senilai Rp 49,67 triliun. Aset lancar tercatat mencapai Rp 40,96 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 7,89 triliun.

Di pos liabilitas, terjadi kenaikan hingga kuartal III-2021 menjadi Rp 21,45 triliun dari sebelumnya Rp 19,43 triliun. Liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 19,44 triliun dan liabilitas jangka panjang ditutup di angka Rp 2,008 triliun.

Ekuitas perusahaan di akhir September 2021 lalu mencapai Rp 27,39 triliun, turun dari posisi akhir Desember 2020 yang sebesar Rp 30,24 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading