Asing Masuk, Saham UNVR-GGRM-HMSP Cs Diangkat Lagi

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 October 2021 09:56
The logo of the Unilever group is seen at the Miko factory in Saint-Dizier, France, May 4, 2016. REUTERS/Philippe Wojazer/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten sektor consumer goods menguat kembali (rebound) pada awal perdagangan hari ini, Selasa (26/10/2021), usai cenderung melemah sejak perdagangan menjelang akhir pekan lalu.

Berikut saham-saham barang konsumsi yang terapresiasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.32 WIB.

  1. Unilever Indonesia (UNVR), saham +3,28%, ke Rp 4.730/saham


  2. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), +1,20%, ke Rp 1.260/saham

  3. Gudang Garam (GGRM), +1,03%, ke Rp 34.200/saham

  4. Garudafood Putra Putri Jaya (GOOD), +0,99%, ke Rp 510/saham

  5. Ultrajaya Milk Industry (ULTJ), +0,93%, ke Rp 1.635/saham

  6. HM Sampoerna (HMSP), +0,91%, ke Rp 1.110/saham

  7. Mayora Indah (MYOR), +0,41%, ke Rp 2.440/saham

  8. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), +0,40%, ke Rp 6.250/saham

  9. Indofood Sukses Makmur (INDF), +0,38%, ke Rp 6.675/saham

  10. Nippon Indosari Corpindo (ROTI), +0,37%, ke Rp 1.340/saham

Menurut data di atas, saham produsen produk perawatan diri UNVR memimpin kenaikan dengan melesat 3,28% ke Rp 4.730/saham, usai ambles selama 3 hari beruntun. Asing tercatat memborong saham UNVR dengan nilai beli bersih Rp 10,46 miliar di pasar reguler.

Koreksi dalam 3 hari tersebut terjadi setelah sejak awal bulan ini saham UNVR cenderung melesat.

Dalam sepekan saham UNVR merosot 7,45%, sementara dalam sebulan melejit 22,28%.

Kabar terbaru, UNVR membukukan laba bersih selama periode 9 bulan pertama tahun ini sebesar Rp 4,37 triliun.

Perolehan tersebut tercatat mengalami penurunan 19,31% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,43 triliun.

Pada Januari sampai dengan September 2021, perseroan mencatatkan penjualan bersih senilai Rp 30,02 triliun atau turun 7,47% dari tahun sebelumnya Rp 32,45 triliun.

Saham duo raksasa produsen rokok GGRM dan HMSP pun menguat. Saham GGRM nak 1,03%, rebound dari koreksi selama 2 hari terakhir. Investor asing melakukan beli bersih di saham ini sebesar Rp 1,19 miliar.

Kemudian, saham HMSP terkerek 0,91% ke Rp 1.110/saham, dibarengi oleh aksi beli bersih asing Rp 1,28 miliar. Saham HMSP turun 3,48% dalam sepekan, tetapi mencuat 14,43% dalam sebulan.

TIdak ketinggalan, saham sektor perunggasan CPIN dan emiten Grup Salim INDF sama-sama naik 0,40% dan 0,38%.

Dari ranah makro ekonomi, sentimen positif untuk saham sektor consumer goods adalah soal mulai membaiknya persepsi atau keyakinan konsumen dalam melihat ekonomi RI seiring adanya pelonggaran kebijakan mobilitas publik di tengah pagebluk Covid-19.

Menurut data Bank Indonesia (BI), Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan September 2021 yang juga mengalami kenaikan. BI mencatat IKK September 2021 sebesar 95,5, meningkat dari 77,3 pada bulan sebelumnya.

"Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi mendatang terpantau menguat dan berada pada area optimis (>100). Penguatan ekspektasi konsumen didukung oleh kenaikan pada seluruh aspek pembentuknya, yaitu ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha," jelas BI, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (8/10).

Kenaikan IKK juga terjadi sejalan dengan pelonggaran pembatasan aktivitas publik. Perbaikan sentimen konsumen juga menjadi katalis positif untuk IHSG.

Tidak ketinggalan pula, soal efek window dressing yang mulai terasa sejak awal Oktober.

Window dressing sendiri bisa dibilang sebagai suatu strategi memoles laporan keuangan bagi emiten maupun portofolio yang dimiliki oleh fund manager sehingga terlihat lebih cantik di mata investor.

Window dressing biasanya terjadi di penghujung tahun. Menurut data olahan Tim Riset CNBC Indonesia, sejak 2001 sampai 2020, IHSG selalu menguat selama Desember.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading