Jokowi Kunjungan ke 3 Negara Pakai Garuda, Sinyal Apa Ini?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
29 October 2021 13:50
Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertolak ke tiga negara dalam beberapa hari ke depan untuk melakukan kunjungan kerja. (Setpres/Agus Suparto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan perjalanan untuk mengunjungi tiga negara menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang dikelola PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA).

Pertimbangan dipilihnya maskapai ini untuk menerbangkan presiden lantaran mempertimbangkan keamanan maupun efisiensi, di tengah 'badai' restrukturisasi yang tengah dilakukan Garuda.

Jokowi memang melakukan kunjungan ke tiga negara, yakni Italia, Inggris Raya, dan Uni Emirat Arab.


Menteri BUMN Erick Thohir yang ikut mendampingi Presiden dalam lawatan itu menilai dipilihnya Garuda membuktikan kualitas protokol kesehatan yang baik dimiliki maskapai nasional tersebut.

Dia menyebut seluruh kru Garuda yang telah maksimal menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dan edukatif pada setiap penumpang di Indonesia.

"Sebuah kehormatan tentunya bagi Garuda yang menjadi moda transportasi udara pertama yang digunakan Presiden dalam lawatan luar negeri pertamanya di masa pandemi. Ini membuktikan kualitas protokol kesehatan yang sangat baik. Apresiasi untuk seluruh awak Garuda," kata Erick dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/10/2021).

Pesawat yang digunakan dalam lawatan ini adalah tipe Boeing 777-300ER. Dipilihnya penerbagan menggunakan Garuda ketimbang pesawat kepresidenan lantaran memiliki kemampuan jarak tempuh yang jauh.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menjelaskan bahwa pemilihan pesawat maskapai nasional ini telah dipertimbangkan secara matang, seperti pertimbangan efisiensi waktu, penghematan anggaran, dan juga protokol kesehatan.

"Dengan menggunakan pesawat berbadan lebar ini, perjalanan menuju Roma selama 13 jam ini bisa dilakukan langsung tanpa perlu transit. Bila kita menggunakan Pesawat Kepresidenan BBJ, kita harus transit. Dan ingat, ini adalah kunjungan kerja pertama Bapak Presiden ke luar negeri di masa pandemi, kami harus sangat berhati-hati dalam menjalankan protokol kesehatan, termasuk pertemuan tatap muka di saat transit," terangnya.

Jika dalam perjalanan harus melakukan transit, jelasnya, maka persiapan pelaksanaan protokol kesehatan harus dijalankan dengan baik, seperti sterilisasi ruang tunggu, tes PCR untuk pramusaji di tempat transit, dan juga makanan dan minuman yang disajikan harus dipastikan dijalankan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Pertimbangan lainnya adalah efisiensi anggaran di mana semua menteri yang hadir dalam kunjungan tersebut, turut serta dalam rombongan Presiden di pesawat ini.

Selain Erick, ada lima menteri lain yang ikut dalam kunjungan presiden, yakni Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Namun Menteri Keuangan dan Menteri Luar Negeri berangkat terlebih dahulu ke Roma, guna menghadiri pertemuan tingkat menteri.

Hingga saat ini, saham Garuda masih disuspensi di BEI seiring dengan proses restrukturisasi yang dilakukan perusahaan.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kebut Restrukturisasi, Garuda Indonesia Rugi Rp 35 T di 2020


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading