Ngutang Lagi, Waskita Dapat Pinjaman Rp 8 T dari 3 Bank BUMN

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
28 October 2021 09:20
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan konstruksi pelat merah, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) baru mendapatkan kredit sindikasi dari tiga bank BUMN dengan pokok mencapai Rp 8,08 triliun.

Pinjaman ini diberikan kepada perusahaan untuk pelaksanaan proyek dalam rangka program pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis ini (28/10), sindikasi ini diberikan oleh tiga bank pelat merah.


Ketiganya yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner serta Agen Escrow, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner sefta Agen Fasilitas, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebagai Mandated Lead Arranger and Bookrunner serta Agen Jaminan.

Fasilitas yang diberikan ini memiliki sublimit dengan perincian kredit non tunai dalam bentuk letter of credit (LC)/surat kredit berdokumen dalam negeri (SKBDN)/Counter Guarantee (CG)/standby Letter of Credit (SBIC) senilai Rp 6,27 triliun.

Kemudian supplier financing sampai dengan nilai mencapai Rp 6,27 triliun.

"Tujuan penggunaan fasilitas kredit tersebut sebagai modal kerja (termasuk untuk melunasi Non Cash Loan dan Supplier Financing yang menjadi limit dari Fasilitas Kredit) untuk pelaksanaan Proyek dalam rangka program Pemulihan Ekonomi Nasional," tulis manajemen Waskita, dikutip Kamis (28/10/2021).

Fasilitas kredit yang didapat oleh perusahaan ini bersifat bergulir (revolving) transaksional. Pinjaman ini juga mendapatkan penjaminan dari pemerintah dalam rangka pelaksanaan program PEN.

"Dengan adanya Perjanjian Kredit Sindikasi dengan Fasilitas KMK [kredit modal kerja] Penjaminan, akan meningkatkan kapasitas modal kerja perseroan dalam menyelesaikan proyek - proyek yang sedang berjalan serta dapat meningkatkan kinerja operasional perseroan."

Untuk diketahui, bulan lalu perusahaan telah mendapatkan persetujuan dari 21 bank untuk merestrukturisasi utangnya.

Upaya restrukturisasi ini dengan memberikan keringanan berupa perpanjangan tenor hingga lima tahun ke depan dengan tingkat bunga yang kompetitif.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan total outstanding utang yang sepakat untuk direstrukturisasi mencapai Rp 29,2 triliun atau telah mencapai 100%. Restrukturisasi ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang tertuang dalam 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita.

"Perseroan sangat mengapresiasi penuh dukungan dari para perbankan yang telah memahami bahwa proses restrukturisasi ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja Perseroan dan ke depannya juga akan meningkatkan kepercayaan dan optimisme seluruh pihak kepada perseroan," kata Destiawan, Senin (20/9/2021), dalam keterangan resmi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Deal! 7 Bank Restui Restrukturisasi Utang Waskita Rp 22 T


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading