Aduh Biyung! Nilai Perusahaan Grup Alibaba Menguap Rp 4.800 T

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
28 October 2021 07:20
Jack Ma, left, executive chairman of Alibaba Group, and actor Jet Li watch the Los Angeles Lakers play the Houston Rockets during the second half of an NBA basketball game, Tuesday, Oct. 28, 2014, in Los Angeles. (AP Photo/Mark J. Terrill)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding Ltd, yang sahamnya tercatat di dua bursa utama dunia, Bursa Hong Kong dan New York Stock Exchange (NYSE) alias Wall Street, mencatatkan penurunan kapitalisasi pasar (market cap) cukup besar dalam setahun terakhir di tengah kejatuhan harga sahamnya.

Bloomberg mencatat, perusahaan yang dibangun oleh taipan China Jack Ma itu telah kehilangan kapitalisasi pasar sebesar US$ 344 miliar, penurunan terbesar nilai saham perusahaan secara global.

Jumlah tersebut setara dengan Rp 4.885 triliun, kurs Rp 14.200/US$, sebagaimana dihitung oleh Bloomberg dalam setahun terakhir, dikutip Kamis ini (28/10/2021).


Faktor utama penurunan kapitalisasi pasar Alibaba ialah kritik tajam pendiri Jack Ma terhadap sistem keuangan China tahun lalu. Ternyata komentar Jack Ma ditanggapi serius pemerintah China di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.

Setelah pidato Jack Ma yang terkenal itu, pusat pemerintahan China di Beijing menangguhkan langkah fintech Ant Group, afiliasi Alibaba, untuk mencatatkan saham perdana atau initial public offering (IPO) sehingga berdampak pada koreksi saham Alibaba.

November tahun 2020, bursa saham Shanghai memang menunda bahkan membatalkan IPO atau pencatatan saham Ant Group, induk dari bisnis keuangan milik Jack Ma yg menaungi Alipay.

Saat ini, pemerintah China pun meningkatkan pengawasan terhadap praktik bisnis Alibaba dan mendesak restrukturisasi bisnis fintech-nya.

Selaras dengan ini, menurut catatan CNBC International, saham Alibaba di Bursa Hong Kong dengan kode saham 9988 tercatat ambles 2,95% di HK$ 164,50/saham pada perdagangan Rabu kemarin (27/10).

Sementara di NYSE, saham Alibaba dengan kode BABA tercatat juga ambruk 3,51% di level US$ 169,99/saham. Secara tahun berjalan atau year to date (ytd) saham BABA anjlok 26,96% dengan kapitalisasi pasar US$ 462,06 miliar atau setara dengan Rp 6.561 triliun (kurs Rp 14.200/US$).

Sebagai perbandingan, menurut catatan ycharts.com, kapitalisasi pasar Alibaba pada Oktober tahun lalu mencapai US$ 831 miliar atau setara dengan Rp 11.800 triliun.

Awal Oktober lalu, Reuters melaporkan Jack Ma disebut kembali muncul ke publik. Miliarder China itu selama ini hilang di muka umum setelah sejumlah tekanan diberikan ke bisnisnya oleh Beijing akhir tahun lalu.

Menurut sumber, Jack Ma dikatakan berada di Hong Kong dan bertemu dengan sejumlah rekan guna membicarakan bisnis.

"Saat ini Ma berada di Hong Kong dan telah bertemu dengan rekan bisnis baru-baru ini," tulis Reuters mengutip sumber, Rabu (13/10/2021).

"Salah satu sumber mengatakan kunjungan itu menandai perjalanan pertamanya ke pusat keuangan Asia sejak Oktober lalu," tulis media itu lagi seraya menyebut Ma mengadakan jamuan makan dengan orang-orang pekan lalu.

Ma jarang muncul di publik pasca pidato kritiknya ke China di Shanghai Oktober tahun lalu. Ini memicu serangkaian peristiwa yang mengakibatkan batalnya IPO besar Ant Group miliknya.

Ma selama ini diketahui memiliki kerajaan bisnis yang bermarkas di Hangzhou. Ia memiliki rumah mewah di mana operasi bisnisnya ditampung di sana.

Pada Mei lalu, Jack Ma disebut berkunjung ke Hangzhou untuk acara staf dan keluarga Alibaba. Pada September, ia diyakini mengunjungi petani di provinsi Zhejiang timur.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Suntik Startup Mobil China Rp 4 T, Apa sih Rencana Jack Ma?


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading