Kencang Kabar Tigor Siahaan Bakal ke Bank Milik Grab-Emtek

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
26 October 2021 12:25
Presiden Komisaris CIMB Niaga Dato’ Sri Nazir Razak (keempat kiri) berbincang dengan Komisaris Tengku Dato' Sri Zafrul Tengku Abdul Aziz (kanan), Presiden Direktur Tigor M. Siahaan (ketiga kanan), Direktur Compliance, Corporate Secretary, and Legal Fransiska Oei (kedua kiri), dan Direktur Strategy and Finance CIMB Niaga Wan Razly (kedua kanan) di sela Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) CIMB Niaga di Jakarta, Selasa (24/4/2018). RUPST menyetujui pembagian dividen tunai setinggi-tingginya sebesar 20% atau setinggi-tingginya Rp595,5 miliar dari laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2017. Dividen tunai tersebut akan dibayarkan pada 24 Mei 2018.

Jakarta, CNBC Indonesia - Eks Presiden Direktur dan CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Tigor M Siahaan dirumorkan akan memimpin bank yang disebutkan terafiliasi oleh raksasa penyedia jasa ride-hailing Grab dan Grup Emtek.

Rumor tersebut berembus kencang di kalangan pelaku pasar setelah Tigor tiba-tiba mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang diembannya di CIMB Niaga pada 21 Oktober 2021.

Menurut kabar pasar, Tigor akan bergabung dengan PT Bank Fama International (Bank Fama). Bank Fama sendiri sempat dikabarkan akan dibeli oleh Grab pada 27 September lalu.


Berdasarkan pemberitaan CNBC Indonesia, melansir DealStreetAsia, pada 27 September 2021, Grab dikabarkan sedang menjajaki kerja sama potensial dengan perbankan Indonesia, mengikuti langkah sang rival seperti Gojek dan induk e-commerce Shopee--Sea Ltd--yang telah membeli sejumlah saham perbankan lokal.

Disebutkan bahwa Grab saat ini telah didekati oleh dan juga berencana bekerja sama dengan sejumlah bank Tanah Air. Adapun kandidat bank paling potensial adalah PT Bank Fama Internasional dan BRI Agro.

Berdasarkan sumber kepada DealStreetAsia, terkait dengan kerja sama dengan Bank Fama, Grab bergabung dengan konsorsium yang nantinya akan dipimpin oleh konglomerat media dan teknologi milik pengusaha Eddy K Sariaatmadja, Grup Emtek.

Nantinya, konsorsium tersebut akan mendapatkan bagian saham bank apabila rencana terealisasi. Adapun pembicaraan mengenai hal ini disebutkan sudah berada di tahap lanjut.

Ketika dihubungi oleh DealStreetAsia, pihak Emtek dan Grab menolak untuk berkomentar. Sementara, Sekretaris Perusahaan Bank Fama M Ismain mengkonfirmasi bahwa ada investor lokal yang sedang berusaha mengakuisisi bank, kendati ia tidak menyebutkan nama secara spesifik.

Tidak hanya itu, Grab juga disebutkan sedang mencoba mengejar kerja sama dengan bank lain, yakni emiten bank syariah PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK).

Sebelumnya, pihak CIMB Niaga mengkonfirmasi soal pengunduran diri Tigor Siahaan.

"Sesuai aturan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan, pengesahan permohonan tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat," ungkap Head of Marketing, Brand & Customer Experience, Toni Darusman, Jumat (22/10/2021).

Toni juga mengungkapkan, Komite Nominasi dan Remunerasi beserta Dewan Komisaris telah memulai proses seleksi pengganti dari Tigor Siahaan.

"Operasional bisnis perusahaan tetap berjalan seperti biasa dan Bapak Tigor tetap memberikan dukungan optimal selama proses transisi. Dewan Komisaris dan Manajemen CIMB Niaga menyampaikan penghargaan tertinggi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Tigor M. Siahaan atas kontribusi dan dedikasinya selama hampir 7 tahun berkarya dan berprestasi memimpin CIMB Niaga," paparnya.

Mengutip informasi di website perusahaan, Bank Fama berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung. Bank ini didirikan pada tahun 1993 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1993. Perseroan memiliki jaringan kantor operasional yang terdiri dari 1 kantor cabang dan 6 kantor cabang pembantu yang tersebar di wilayah Bandung, Jakarta dan Tangerang.

Pada akhir 2020, Bank Fama sempat berencana melakukan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), akan tetapi rencana tersebut batal karena pertimbangan tertentu.

Berdasarkan laporan keuangan 2020, Bank Fama berhasil mencatatkan pendapatan bunga bersih Rp 47,71 miliar, turun 7,76% secara tahunan (year on year/yoy) dari Rp 51,72 miliar. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik pun merosot 20,55% secara yoy menjadi Rp 11,23 miliar, dari laba bersih tahun sebelumnya Rp 14,16 miliar.

Per akhir Desember 2020, Bank Fama berhasil membukukan kredit Rp 766,68 miliar, lebih kecil dari kredit tahun 2019 sebesar Rp 854,36 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading