Mau IPO, GoTo Group Dekati Investor Ritel di Bursa RI

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
25 October 2021 16:45
Gojek dan Tokopedia Bentuk GoTo (Dok. GoTo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Layanan uang elektronik yang dimiliki GoTo Group, GoPay memberikan edukasi keuangan kepada kalangan investor ritel pasar modal generasi muda dengan bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kolaborasi tersebut diselenggarakan sebagai bagian menyemarakkan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) melalui program FinanSiap yang didesain untuk menjawab kebutuhan peningkatan literasi keuangan di tengah masyarakat.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), terjadi kenaikan jumlah investor pasar modal dari 2.484.354 SID (single investor identification) pada tahun 2019 menjadi 3.880.753 SID pada akhir tahun 2020, dan bahkan mencapai angka 6.610.173 SID pada 15 Oktober 2021 lalu.


Jumlah nomor tunggal investor atau SID ini termasuk investor saham, reksa dana dan investor obligasi.

Sampai dengan September 2021, tercatat 59,23% dari total investor pasar modal merupakan kalangan anak muda di bawah usia 31 tahun. Namun demikian, hasil dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan OJK pada 2019 mengenai indeks literasi keuangan menunjukkan hanya 38% dari total penduduk Indones ia yang memiliki literasi keuangan yang baik.

Chief Marketing Officer GoPay, Fibriyani Elastria menjelaskan, GoPay terus memperluas fungsi dan penggunaannya untuk membantu pengguna mengatur keuangan untuk mencapai tujuan finansial di masa depan.

Program edukasi FinanSiap yang telah diinisiasi sejak Juli, GoPay telah menjangkau 56 ribu penonton melalui diskusi virtual yang dengan para pakar keuangan dan investasi.

Melihat antusiasme anak muda yang sangat tinggi, kali ini, perusahaan memperluas cakupan materi edukasi FinanSiap termasuk tentang investasi saham di pasar modal. Materi edukasi ini juga diperluas kepada para pengguna dan mitra usaha (merchant) GoPay, Gojek, Tokopedia.

"Harapannya bersama BEI kami dapat mengedukasi calon investor pasar modal agar dapat berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing," ujar dia.

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi menyampaikan, pprogram edukasi FinanSiap ini sangat positif dan sejalan dengan target edukasi pasar modal yang selama ini dilakukan oleh BEI. Pasalnya, Gopay, Gojek, dan Tokopedia sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang tidak hanya memiliki keterlibatan serta basis konsumen yang luas, tetapi juga ekosistem layanan yang lengkap.

Untuk itu, otoritas bursa baik kolaborasi tersebut untuk meningkatkan literasi dan inklusi pasar modal sambil memastikan pesan yang disampaikan sejalan dengan misi kita untuk mencetak investor ritel pemula yang cerdas.

"Kami berharap bahwa sinergi BEI dengan GoTo bersama kekuatan ekosistemnya dapat membawa tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi di kalangan masyarakat Indonesia," katanya.

Sebelumnya, Komisaris Bursa Efek Indonesia, Pandu Sjahrir mengumumkan beberapa perusahaan rintisan (startup) dengan valuasi unicorn dan decacorn (valuasi US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun) memang berpotensi melantai di pasar saham domestik di tahun depan, salah satunya GoTo, gabungan dari Gojek dan Tokopedia.

Selain GoTo, yang direncanakan akan melakukan IPO pada semester pertama tahun 2022, dua perusahaan lainnya, Sicepat Ekspress dan Traveloka yang juga direncanakan akan melantai di tahun depan.

"Ini terakhir banyak yang nanya soal IPO, perkiraan-perkiraan yang ada, ada GoTo, Sicepat, Traveloka," beber Pandu, dalam diskusi bertajuk Investment Trends for 2022, Indonesia Knowlegde Forum (IKF) X - 2021, Kamis (7/10).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading