Sunton Capital Diduga Tipu-tipu, Untung Bisa 50% per Bulan?

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
25 October 2021 08:45
Facebook Sunton Capital (SuntonFX)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan lalu masyarakat dihebohkan dengan adanya kasus Sunton Capital yang membuat banyak pelaku perdagangan (trading) terutama forex (valuta asing, valas) mengalami kerugian atas dugaan penipuan investasi broker valas yang dilakukan melalui platform robot trading ini.

Melalui berbagai channel komunikasi, seperti akun Telegram, Instagram, dan website resmi, di mana dua channel terakhir saat ini sudah tidak aktif, Sunton Capital menarik minat publik dengan menawarkan imbal hasil yang menggiurkan.

Tawaran keuntungan yang diberikan kepada calon nasabahnya beragam, mulai dari 40%, 50%, hingga 60% dari modal yang diinvestasikan.


Hal ini terungkap berawal dari unggahan seorang pengguna Twitter sekaligus musisi Ananda Sukarlan (@anandasukarlan) yang membongkar dugaan penipuan ini.

Twitter @anandasukarlan, diakses 18 Oktober 2021Foto: Twitter @anandasukarlan, diakses 18 Oktober 2021
Twitter @anandasukarlan, diakses 18 Oktober 2021

Dalam unggahannya ini dia mengungkapkan keprihatinan atas para korban Sunton Capital. Dia menyebut mekanisme yang dilakukan di Sunton Capital ini adalah money game dan ponzi.

"Turut prihatin untuk para korban... Next time harus tahu lah bedanya money game, investment bodong sama software atau robot beneran. Kalau beneran itu profitnya ga bisa segede itu dan ga selalu untung," cuit Ananda pekan lalu.

"Duh makanya udah deh jangan invest di money games apa ponzi gini. Akhirnya semua duit jadi 0. Cari cuan malah nangis," tambahnya lagi.

Twitter @anandasukarlan, diakses 18 Oktober 2021Foto: Twitter @anandasukarlan, diakses 18 Oktober 2021
Twitter @anandasukarlan, diakses 18 Oktober 2021

Dia menyebut, awalnya Sunton Capital memberikan iming-iming profit yang cukup besar, di kisaran 5% sampai dengan 20%.

Lalu pada 14 Oktober 2021 lalu pukul 21.27 saat trading terjadi, SuntonFX melakukan margin call di mana grafik dimanipulasi total. Margin call adalah sistem peringatan yang menunjukkan bahwa dana akun trading sudah tidak mencukupi untuk membuka posisi trading.

Setelah margin call terjadi, seluruh layanan Sunton Capital tak lagi bisa diakses. Selain itu akun Instagramnya hilang, dan websitenya https://suntonfx.id tak bisa diakses.

"Nah makanya, kalau mau invest, pastikan perusahaannya jelas: foundernya dan directorsnya siapa-siapa aja, gedung-gedung & kantornya di mana," terang dia.

Tak lama berselang, akun Instagram SuntonFX juga menghilang. Dalam pengumumannya di laman Facebook, Sunton Capital Indonesia bahkan menyatakan sejak 1 Juni 2021 sampai dengan 14 Oktober, Sunton Capital Ltd adalah scam dan sudah berakhir.

Berdasarkan informasi yang beredar, Sunton Capital adalah broker forex asing yang berasal dari Inggris.

Cara kerja SuntonFX mirip dengan broker pada umumnya. Sebelum melakukan trading, nasabah diminta melakukan deposit minimal US$ 50.

Selanjutnya, manajer investasi akan mengarahkan nasabah untuk melakukan transaksi jual atau beli berdasarkan waktu yang telah ditentukan.

Namun kini, broker tersebut sedang dalam masalah dan banyak nasabah di Indonesia yang dirugikan.

Situs resminya https://suntonfx.id tak bisa diakses lagi, hanya tertulis 'Halaman ini merupakan halaman bawaan. Silakan upload konten website Anda.'

Sementara itu CNBC Indonesia mengirimkan direct message ke Instagram suntonfx.id pun belum berbalas.

Sedangkan, dalam akun Telegramnya, saat ini memiliki member hingga 11.215. Dalam akun ini selain diberikan iming-iming keuntungan yang tinggi, dijelaskan juga contoh bentuk 'keuntungan' yang ditawarkan.

"Misalkan kk join plan basic 2juta. Pencairan mopit setiap hari sampai 1 minggu:

Hari ke 1=800.000

Hari ke 2=800.000

Hari ke 3=800.000

Hari ke 4=800.000

Hari ke 5=800.000

Hari ke 6=800.000

Hari ke 7=800.000+modal kk 2.000.000."

"Jadi total keseluruhan dalam 1 minggu beserta modal kk.. 7.600.000 kk 1 minggu Pencairan : Per hari 40% mulai hari ke 1-7 dapat 800rb hasil profit setiap hari @Sunton_Capital_ID," tulis akun Telegram tersebut.

Menanggapi hal ini, Satgas Waspada Investasi (SWI) mengungkapkan bahwa operasional Sunton Capital di Indonesia tidak berizin.

"Kegiatan Sunton Capital tidak ada izin di Indonesia sehingga ilegal" kata Tongam L. Tobing, Ketua SWI kepada CNBC Indonesia, Senin (18/10/2021).


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Geger! Usai Sunton, Ada Dugaan Tipu-tipu Robot Kripto Mark Ai


(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading