Tiba-tiba Emiten Boy Thohir Setop Pabrik Amonia, Ada Apa?

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
22 October 2021 07:10
Boy Thohir

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten yang bergerak dalam bidang manufaktur, perdagangan, ekspor, impor, distribusi LPG (Liquefied Petroleum Gas) dan bisnis terkait lainnya, PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), mengumumkan bahwa perusahaan akan menghentikan sementara pabrik amonia milik entitas anak usaha, PT Panca Amara Utama (PAU) per 11 Oktober 2021.

Dalam keterangan yang terbit di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pihak manajemen mengatakan bahwa Panca Amara Utama berinisiatif untuk melakukan turnaround maintenance pertama sejak commissioning pabrik.

Artinya perusahaan sedang melakukan pemeliharaan berkala di mana pabrik harus dimatikan untuk memungkinkan inspeksi, perbaikan, penggantian dan overhaul yang dapat dilakukan hanya ketika aset (fasilitas pabrik) tidak berfungsi.


"Turnaround maintenance tersebut merupakan kegiatan sangat penting bagi keberlangsungan pabrik dan dilakukan saat pabrik berada dalam keadaan shutdown, termasuk pergantian dan pemeliharaan korektif peralatan dan katalis," tulis pihak manajemen ESSA dikutip CNBC Indonesia Kamis (21/10).

Adapun penghentian sementara operasi pabrik akan berlangsung selama satu bulan.

"Manajemen PAU berfokus pada lakukan turnaround maintenance secara aman, efisien dan tepat waktu. Penutupan pabrik sementara tersebut memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, namun tidak memiliki dampak hukum, kondisi keuangan, ataupun kelangsungan usaha Perusahaan," tambah pihak manajemen.

Hingga akhir kuartal kedua tahun ini, Garibaldi 'Boy' Thohir yang juga Dirut PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tercatat menggenggam 3,61% saham perusahaan dan juga menjabat sebagai komisaris.

Pemegang saham lain termasuk TP Rachmat (4,06%) dan bos Northstar Patrick Sugito Walujo (5,37%). Porsi terbesar dipegang oleh PT Trinugraha Akraya Sejahtera (23,10%), Chander Vinod Laroya (13,02%) dan PT Ramaduta Teltaka (11,97%).

Pada penutupan perdagangan Kamis kemarin (21/10) di pasar modal, saham ESSA ditutup melemah 6,74% atau nyaris menyentuh batas auto rejection bawah ke level Rp 360 per saham dan kapitalisasi pasar senilai Rp 5,64 triliun.

Dalam sepekan saham ini naik 18,42%, selama sebulan terakhir meningkat 16,88% dan sejak awal tahun tumbuh 71,43%.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ekspansi? Adaro Akuisisi Saham CITA Senilai Rp 358,76 M


(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading