Nasib Batu Bara Merana, Saham Produsennya 'Kebakaran'

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
21 October 2021 10:21
Kapal tongkang Batu Bara (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham emiten batu bara ambles ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Kamis (21/10/2021), di tengah aksi ambil untung yang masih terjadi di komoditas batu bara akhir-akhir ini.

Berikut pelemahan saham batu bara, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.51 WIB.

  1. Indika Energy (INDY), saham -6,96%, ke Rp 2.140/saham


  2. Bumi Resources (BUMI), -6,02%, ke Rp 78/saham

  3. Alfa Energi Investama (FIRE), -5,80%, ke Rp 650/saham

  4. Golden Eagle Energy (SMMT), -5,64%, ke Rp 184/saham

  5. Indo Tambangraya Megah (ITMG), -5,60%, ke Rp 24.000/saham

  6. Bayan Resources (BYAN), -5,14%, ke Rp 26.275/saham

  7. Adaro Energy (ADRO), -5,12%, ke Rp 1.760/saham

  8. ABM Investama (ABMM), -4,64%, ke Rp 1.540/saham

  9. Delta Dunia Makmur (DOID), -4,35%, ke Rp 308/saham

  10. United Tractors (UNTR), -4,09%, ke Rp 24.600/saham

  11. Bukit Asam (PTBA), -3,90%, ke Rp 2.710/saham

  12. Mitrabara Adiperdana (MBAP), -3,14%, ke Rp 2.700/saham

  13. Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS), -2,20%, ke Rp 89/saham

  14. Perdana Karya Perkasa (PKPK), -0,75%, ke Rp 133/saham

  15. Prima Andalan Mandiri (MCOL), -0,56%, ke Rp 1.770/saham

Menurut data di atas, saham INDY ambles hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 6,96% ke Rp 2.140/saham, setelah sempat naik tipis 0,88% pada Selasa (19/10) lalu. Dalam sepekan saham INDY anjlok 6,55%, sedangkan dalam sebulan melesat 56,20%.

Kedua, saham Grup Bakrie BUMI merosot 6,02%, ke Rp 78/saham, melanjutkan tren pelemahan selama 3 hari terakhir. Dalam sepekan saham BUMI ambles 10,34%, sedangkan dalam sebulan melejit 47,17%.

Di bawah BUMI, saham FIRE anjlok 5,80% ke Rp 650/saham. Dalam seminggu saham ini turun 5,80%, sedangkan dalam sebulan terkerek 30,00%.

Keempat, saham Grup Rajawali SMMT melorot 5,64% ke Rp 184/saham. Dalam sepekan saham ini anjlok 7,07%, sedangkan dalam sebulan stagnan.

Harga batu bara turun lagi. Koreksi harga si batu hitam sudah terjadi selama enam hari beruntun.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) tercatat US$ 213,1/ton. Anjlok 3,53% dibandingkan sehari sebelumnya.

Batu bara masih sulit lepas dari tren penurunan harga, yang kini genap terjadi enam hari berturut-turut. Selama enam hari tersebut, harga komoditas ini ambles 25,73%.

Setidaknya ada dua hal yang melatarbelakangi penurunan harga baru bara. Satu, investor melakukan ambil untung (profit taking) karena harga memang sudah naik gila-gilaan.

Meski dalam enam hari harga ambrol 25% lebih, tetapi harga batu bara masih mencatatkan kenaikan 30,7% dalam sebulan terakhir. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga meroket 188,2%.

Jadi, tidak mengherankan, pasti akan datang saatnya investor 'gatal' mengeruk cuan dari batu bara. Maklum, keuntungan yang didapat memang boleh dibilang luar biasa.

Dua, ada perkembangan di China yang menjadi sentimen negatif bagi harga batu bara. Pemerintah China tengah mempertimbangan untuk melakukan intervensi terhadap harga komoditas yang naik tajam, termasuk batu bara.

Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional China pada Selasa lalu mengungkapkan tengah mempelajari langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengintervensi harga batu bara. Pemerintahan Presiden Xi Jinping akan melakukan segala upaya agar harga kembali ke kisaran yang masuk akal.

Batu bara adalah komoditas strategis bagi China, karena sekitar 60% pembangkit listrik di sana menggunakan tenaga batu bara. Tingginya harga batu bara membuat perusahaan listrik kelimpungan karena di sisi lain permintaan juga sangat tinggi. So, wajar pemerintah China punya kepentingan untuk menekan harga batu bara.

Akan tetapi, sejumlah pihak tidak yakin upaya pemerintah China untuk mengontrol harga batu bara akan membuahkan hasil. Pasalnya, kenaikan harga batu bara adalah masalah dunia, bukan di China saja.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Harga Batu Bara Terus Cetak Rekor, Saham Batu Bara Ngacir!


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading