Pecinta Kripto Joget! Bitcoin Cetak Rekor ke Rp 928 Juta!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 October 2021 22:10
Ilustrasi Bitcoin (Photo by André François McKenzie on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah dinanti-nanti dalam beberapa hari terakhir, harga mata uang kripto Bitcoin akhirnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Rabu (20/10). Komentar dari investor legendaris, Paul Tudor Jones membuat harga bitcoin akhirnya melesat lagi.

Melansir data Refinitiv, bitcoin sempat melesat 3,4% ke US$ 66.318,49/koin atau lebih dari Rp 928 juta (kurs Rp 14.000/US$), melewati rekor sebelumnya US$ 64,899/BTC yang dicapai pada pertengahan April lalu.

Jones yang berbicara dalam acara "Squawk Box" CNBC International mengatakan ia lebih memilih mata uang kripto sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi ketimbang emas.


"Bitcoin akan menjadi bagus untuk lindung nilai. Mata uang kripto akan bagus untuk lindung nilai. Ada tempat untuk kripto dan jelas saat ini lebih bak ketimbang emas... Saya juga berfikir kripto juga akan bagus untuk lindung nilai terhadap inflasi. Untuk saat ini, saya akan memilih kripto ketimbang emas," kata Jones.

Bitcoin selama ini memang digadang-gadang sebagai emas digital, meski menimbulkan banyak perdebatan. Pada tahun lalu kedua aset ini sama-sama melesat, tetapi di tahun ini beda ceritanya. Sepanjang tahun ini Bitcoin melesat lebih dari 127%, sementara emas justru melemah lebih dari 6%.

Padahal emas secara tradisional dianggap aset lindung nilai terhadap inflasi. Dan inflasi (berdasarkan personal consumption expenditure/PCE) di Amerika Serikat saat ini berada di level tertinggi dalam 3 dekade, begitu juga inflasi di negara-negara Eropa yang sedang tinggi.

Selain itu, mulai diperdagangkannya ETF berbasis bitcoin futures pada hari ini turut mengerek naik harga mata uang kripto paling populer dengan kapitalisasi pasar terbesar ini. ProShares Bitcoin Strategy ETF, yang mulai diperdagangkan Selasa kemarin mencatat kenaikan sekitar 5%.

Meski demikian, tidak semuanya analis tertarik dengan ETF ini, sebab berbasis futures bukan spot.

"Semakin banyak produk akan semakin bagus, tetapi saya tidak melihat menariknya berinvestasi di ETF berbasis bitcoin futures ketika anda bisa membeli aset di pasar spot," kata Jodie Gunzberg, direktur pelaksana di CoinDesk Indexes.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading