Tahan Lonjakan Harga, China Bakal Genjot Produksi Batu Bara!

Market - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
20 October 2021 19:30
INFOGRAFIS Daftar Negara Kecanduan Batu Bara

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa perusahaan batu bara China siap menggenjot produksi agar harga tidak semakin liar akibat pasokan yang amat terbatas di dunia.

Seperti diketahui, harga batu bara termal China telah melonjak lebih dari 200% tahun ini ke rekor tertinggi. Hal ini disebabkan terganggunya pasokan dari sejumlah tambang akibat inspeksi keselamatan pertambangan, penyelidikan anti-korupsi, dan banjir di wilayah pertambangan utama.


China Energy Group dan Shanxi Jinneng Holding Group (SJAMG.UL), penambang batu bara No.1 dan No.8 di China, mengatakan akan menaikkan output dan mengarahkan harga kembali ke kisaran yang wajar.

Mereka telah berjanji untuk mempertahankan harga spot batubara termal dengan kandungan energi 5.500 kilokalori yang dikirim ke Teluk Bohai di Cina utara di bawah 1.800 yuan ($282) per ton, dan harga untuk 5.000 kilokalori dan 4.500 kilokalori batu bara masing-masing 1.500 yuan dan 1.200 yuan.

Harga batu bara termal lainnya dengan nilai kalori yang lebih tinggi tidak akan melebihi 2.000 yuan per ton.

Beberapa penambang batu bara lain yang didukung negara di wilayah pertambangan batu bara utama China Shanxi dan Mongolia Dalam juga meluncurkan rencana batas harga yang sama.

Wakil Perdana Menteri China Han Zheng telah menegaskan akan secara ketat mengatur spekulasi harga batubara.

Pengawas aset negara juga mendesak perusahaan-perusahaan yang didukung oleh negara untuk memprioritaskan pasokan batu bara dan meminta pembangkit listrik untuk membangun persediaan bahan baku "terlepas dari biaya".

Pada 18 Oktober lalu produksi harian batu bara China berada di 11,6 juta ton, naik sekitar 11,2 juta ton dibandingkan bulan sebelumnya.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading