Hai Investor! Dengar Kata Bos Bukalapak Soal Harga Saham Drop

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 October 2021 12:21
CEO Bukalapak, Rachmat Kaimuddin

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten e-commerce, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dalam sebulan terakhir secara kumulatif terkoreksi 19,38%.

Data perdagangan BEI mencatat, saham BUKA menyentuh level di bawah harga penawaran umum pada 4 Oktober 2021, saham BUKA turun 1,76% ke level Rp 835 per saham. Seperti diketahui, perseroan melakukan penawaran umum perdana saham di harga Rp 850 per saham dan menghimpun dana sebesar Rp 21,90 triliun.

Dalam kurun 14 hari terakhir, saham BUKA juga berfluktuasi cukup agresif dengan pelemahan secara akumulasi mencapai 37,74% atau turun 305 poin. Hal ini menyebabkan nilai kapitalisasi pasar BUKA tergerus menjadi tinggal sebesar Rp 72,14 triliun.


Menyikapi hal ini, Presiden Direktur Bukalapak, Rachmat Kaimudin mengatakan, perseroan selalu mengamati fluktuasi harga yang terjadi di pasar. Dia menegaskan, manajemen BUKA akan fokus pada perbaikan kinerja bisnis perusahaan.

"Fluktuasi adalah sesuatu yang terus kita perhatikan, kita selalu ingin menciptakan nilai tambah pemegang saham kita," kata Rachmat, dalam paparan publik Bukalapak, Selasa (19/10/2021).

Sampai dengan kuartal kedua ini, perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 37% menjadi Rp 440 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 321 miliar. Sedangkan, pertumbuhan pendapatan mitra di kuartal kedua ini tumbuh 292% menjadi Rp 145 miliar dari tahun sebelumnya Rp 37 miliar.

Rachmat melanjutkan, pada akhir tahun 2020 lalu, jumlah mitra Bukalapak hampir mencapa 7 juta dan saat ini sudah meningka menjadi 8,7 juta mitra UMKM di semester pertama 2021.

Sedangkan, dari sisi Total Processing Value (TPV) pada kuartal II-2021 tercatat tumbuh 56% senilai Rp 29,4 triliun. Sementara itu untuk pada semester I-2021 TPV tercatat tumbuh 54% senilai Rp 56,7 triliun.

Pertumbuhan TPV terutama ditopang oleh kenaikan jumlah transaksi sebesar 15% dan kenaikan sebesar 34% pada Average Transaction Value (ATV) sepanjang semester I-2020 (1H20) sampai dengan semester I-2021.

"Kinerja bisnis terus membaik kami berharap, itulah yang bisa kami kendalikan, fokus kita itu tentunya memperbaiki, meningkatkan kinerja perusahaan. So far, performa Bukalapak align, kami optimis ke depan terus seperti itu," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading