Reksa Dana Saham Jadi Raja, Saat IHSG Mau ke Level Tertinggi

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
18 October 2021 15:50
reksa dana

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah melesatnya Indeks Harga Gabungan (IHSG) sebesar 2,34% ke posisi 6.633,34 pada pekan lalu, obligasi korporasi dab obligasi pemerintah juga ikut terkerak naik masing-masing 0.09% dan 0,31%. Selain itu indeks reksa dana kompak mencatatkan kinerja imbal hasil positif pada periode 8-15 Oktober 2021.

Berdasarkan laporan mingguan Infovesta, Senin (18/10/2021), indeks yang mencatatkan pertumbuhan mingguan tertinggi adalah Reksa Dana Saham (Equity Fund) yakni sebesar 1,37%, sedangkan di posisi kedua diisi oleh Reksa Dana Campuran (Balanced Fund) dengan kenaikan sebesar 0,94%

Adapun Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund) mengalami kenaikan 0,39% dalam sepekan dan terakhir dengan kenaikan paling tipis adalah Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund) yang dalam sepekan mengalami kenaikan 0,06%.


Secara tahunan (year on year/YoY) sejak 15 Oktober 2020 hingga 15 Oktober 2021, keempat indeks tersebut masih mencatatkan imbal positif. Laporan Infovesta mengungkapkan bahwa kenaikan tertinggi dialami oleh Reksa Dana Saham (Equity Fund) yang naik 19.83%. Tidak jauh di belakang terdapat Reksa Dana Campuran (Balanced Fund) yang meningkat 16,94%.

Sedangkan dua indeks lainnya juga mengalami kinerja positif, meski kenaikannya tidak mencapai dua digit. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund) tercatat tumbuh 5,76% dan di posisi terbawah Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund) yang mengalami apresiasi 3,57% pada periode yang disebutkan di atas.

Seiring kinerja yang terbilang cukup positif tersebut, terdapat sejumlah produk reksa dana yang berhasil melesat dalam sebulan terakhir/month on month (15 September - 15 Oktober 2021).

Berikut ini tabel 5 besar masing-masing produk reksa dana paling 'cuan' sepanjang tahun ini. Sebagai catatan daftar tersebut tidak memperhitungkan reksa dana yang membagikan dividen, denominasi USD, dan reksa dana dengan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) di bawah Rp 10 miliar.

Kinerja Reksa Dana Sebulan Terakhir (sumber: Infovesta)Foto: Infovesta
Kinerja Reksa Dana Sebulan Terakhir (sumber: Infovesta)

Dalam laporannya Infovesta mencatat bahwa dana kelolaan (Asset under management/AUM) industri reksa dana pada September 2021 kembali mencatatkan kenaikan kinerja menjadi Rp 568,64 triliun dari Rp 559,88 triliun atau naik sebesar 1,56%. Infovesta menjelaskan kenaikan AUM tersebut didukung oleh peningkatan jumlah Unit Penyertaan (UP) industri reksa dana sebesar 1,24%.

Tercatat reksa dana indeks mengalami peningkatan AUM dan UP lebih tinggi dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya. Penguatan tersebut tentunya didukung oleh kinerja indeks selama bulan September lalu yang mencatatkan kinerja positif.

Indeks LQ45 dan Kompas100 misalnya mengalami kenaikan masing-masing sebesar 3,25% dan 3,39% yang turut menopang kenaikan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 2,22%. Hal tersebut menandakan bahwa selama bulan September saham-saham dengan kapitalisasi besar mengalami kenaikan kinerja.

Selain reksa dana indeks, reksa dana berbasis saham lainnya seperti reksa dana ETF, saham, maupun campuran sama-sama menunjukkan pemulihan di bulan September 2021.

Selanjutnya, reksa dana pendapatan tetap masih melanjutkan kenaikan namun lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana berbasis saham, di mana pada bulan September kinerja obligasi pemerintah dan obligasi korporasi mencatatkan angka positif sebesar 0,01% dan 0.37% serta tercatat naik 3.53% dan 4.21% selama tahun 2021.

Di lain sisi, reksa dana pasar uang justru mencatatkan penurunan AUM terdalam sebesar -1.77%. Hal tersebut sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi yang terus membaik di tengah membaiknya penanganan kasus Covid-19, sehingga tampak peralihan minat investor ke instrumen yang dapat memberikan imbal hasil lebih tinggi.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Ini 10 MI Pengelola Dana Terbesar Reksa Dana di Tanah Air


(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading