Setelah BUKA, IPO Mitratel Bakal yang Terbesar

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
18 October 2021 12:50
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengakuisisi perusahaan menara PT Persada Sokka Tama (PST) melalui anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel).

Jakarta, CNBC Indonesia - Aksi korporasi melakukan penawaran umum perdana saham dengan emisi jumbo diperkirakan masih akan berlanjut di kuartal keempat tahun ini.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna Setia menyampaikan, sampai dengan tanggal 18 Oktober 2021, telah tercatat 38 perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp 32,14 triliun.

"Sedangkan pada pipeline saham BEI saat ini, ada 26 perusahaan," kata Nyoman, kepada awak media, Senin (18/10/2021).


Perusahaan tersebut, bila dilihat dari sisi aset, 2 perusahaan masuk kategori aset skala kecil atau di bawah Rp 50 miliar. 8 perusahaan aset skala menengah antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar dan 16 perusahaan aset skala besar di atas Rp 250 miliar.

Sedangkan rincian secara sektornya terdiri dari 2 perusahaan dari sektor basic materials; 2 perusahaan dari sektor industrials; 1 perusahaan dari sektor transportation & logistics; 5 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals; 8 perusahaan dari sektor consumer cyclicals;

Selanjutnya, 1 perusahaan dari sektor technology; 3 perusahaan dari sektor energy; 1 perusahaan dari sektor financials, 1 perusahaan dari sektor properties & real estate dan 2 perusahaan dari sektor infrastructures.

Dari jumlah itu, salah satu perusahaan BUMN, PT Dayamitra Telekomunikasi, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dipastikan akan melantai ke bursa saham November tahun ini.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyebutkan rencana penawaran umum saham perdana Mitratel ditargetkan bisa menggaet dana senilai US$ 1 miliar-US$ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 14,3-Rp 20 triliun (asumsi kurs Rp 14.300/US$).

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan nilai tersebut didapat dengan melepas sebanyak 25% saham PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel ke publik. Hal ini disampaikan Tiko, panggilan akrabnya, dalam pertemuan dengan media di Labuan Bajo, Manggarai Barat, pekan lalu.

Bertindak sebagai penjamin emisi (underwriter) antara lain PT Mandiri Sekuritas dan PT BRIDanareksa Sekuritas untuk penjamin emisi lokal. Saham ini juga ditawarkan kepada investor global dengan menggandeng Morgan Stanley, HSBC Holdings Plc, dan JP Morgan Chase & Co.

"BRIDS yes salah satu underwriter. Lokal hanya BRIDS dengan Mansek [Mandiri Sekuritas]," kata Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama BRIDanareksa Sekuritas kepada CNBC Indonesia, Senin (18/10/2021).

Tiko, panggilan akrab Wamen BUMN, mengatakan dalam proses IPO ini, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) yakni Indonesia Investment Authority (INA) juga akan terlibat dalam proses IPO ini untuk 'memasarkan' saham IPO dari Mitratel kepada investor luar, termasuk sejumlah dana abadi alias sovereign wealth fund (SWF) luar negeri.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading