Rupiah Ngamuk & IHSG Nyaris Rekor, Emas Antam Tekor!

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
15 October 2021 09:58
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun pada perdagangan Jumat (15/10), padahal emas dunia masih dalam tren menanjak. Rupiah yang menguat tajam dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang nyaris mencetak rekor tertinggi sepanjang masa membuat emas Antam menjadi kurang menarik.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan hari ini turun Rp 2.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 926.000/batang, secara persentase turun 0,22%.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami penurunan. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr513,000515,000517,000
1 gr926,000930,000934,000
2 gr1,792,0001,800,0001,808,000
3 gr2,663,0002,674,0002,686,000
5 gr4,405,0004,424,0004,444,000
10 gr8,755,0008,794,0008,833,000
25 gr21,762,00021,859,00021,957,000
50 gr43,445,00043,640,00043,836,000
100 gr86,812,00087,202,00087,593,000
250 gr216,765,000217,740,000218,715,000
500 gr433,320,000435,269,000437,219,000
1000 gr866,600,000870,499,000874,399,000

Harga emas Antam biasanya mengikuti emas dunia, tetapi kali ini berlawanan arah. Kemarin emas dunia menguat 0,16% ke US$ 1.794/troy ons. Penguatan yang tidak besar tersebut tidak mampu mengimbangi rupiah yang menguat tajam, 0,7% ke Rp 14.115/US$ kemarin, alhasil emas Antam hari ini harganya turun.

Selain pergerakan emas dunia, nilai tukar rupiah juga menentukan harga emas Antam. Ketika rupiah menguat tajam maka harga emas dunia yang dibanderol dengan dolar AS akan menjadi lebih murah ketika dikonversi ke Mata Uang Garuda.

Sehingga, penguatan tajam rupiah membuat emas Antam tidak mengikuti emas dunia. Selain itu, IHSG yang terus menanjak juga membuat daya tarik emas berkurang. Emas merupakan aset aman (safe haven), ketika aset berisiko dengan imbal hasil tinggi seperti saham terus menanjak, maka permintaan emas akan berkurang.

IHSG melesat 1,36% ke 6.626,11 Kamis kemarin, dan membukukan penguatan 3 hari beruntun. Bursa kebanggaan Tanah Air ini hanya berjarak 1% saja dari rekor tertinggi sepanjang masa 6.693,466 yang dicapai pada 20 Februari 2018.

Rekor tersebut hampir dipecahkan pagi ini, yang menjadi indikasi para pelaku pasar masuk ke saham, emas pun menjadi kurang menarik.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading