Wall Street Dibuka Variatif, Nasdaq Masih Menguat

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
13 October 2021 21:21
Street signs for Wall St. and Broad St. hang at the corner outside the New York Stock Exchange March 24, 2015. Street signs for Wall St. and Broad St. hang at the corner outside the New York Stock Exchange March 24, 2015. REUTERS/Brendan McDermid Foto: REUTERS/Brendan McDermid

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka variatif pada perdagangan Rabu (13/10/2021), di tengah rilis data inflasi dan laporan kinerja keuangan emiten AS per kuartal III-2021.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 250 poin (-0,8%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 30 menit menjadi 201,7 poin (-0,59%) ke 34.176,65. Indeks S&P 500 surut 13,4 poin (-0,31%) ke 4.337,24. Namun, Nasdaq tumbuh 28 poin (+0,19%) ke 14.493,9.

Investor memantau rilis kinerja Bank of America, Morgan Stanley, Citigroup, dan Wells Fargo. JPMorgan Chase menjadi emiten perdana yang merilis kinerja keuangannya, dengan laba bersih kuartal III-2021 melampaui ekspektasi menyusul membaiknya kredit bermasalah. Pendapatan juga naik di atas ekspektasi, tetapi saham perseroan dibuka drop 2% lebih.


Delta Air Lines juga merilis kinerja yang lebih baik, berkat bantuan stimulus pemerintah Federal. Meski demikian, kenaikan biaya avtur menjadi risiko baru yang akan dinilai bakal menekan kinerjanya pada kuartal IV-2021. Saham perseroan dibuka anjlok sekitar 4%.

Sementara itu, saham Apple anjlok 1% setelah Bloomberg melaporkan bahwa perusahaan tersebut bakal memangkas produksi iPhone 13 karena problem pasokan chip prosesor mikro.

Hari ini, pasar bakal memantau rilis risalah rapat bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bulan lalu, untuk mencari tahu sinyal kapan kebijakan tapering (pengurangan stimulus moneter terhadap pasar modal) bakal dijalankan, di tengah inflasi yang masih meningkat.

Inflasi September di AS tercatat tumbuh 0,4% secara bulanan dan 5,4% secara tahunan, atau lebih tinggi dari perkiraan ekonom dalam survei Dow Jones yang memperkirakan angka pertumbuhan sebesar 0,3% secara bulanan dan 5,3% secara tahunan.

Inflasi inti tercatat naik 0,2% secara bulanan dan 4% secara tahunan, atau relatif sama seperti perkiraan yang masing-masing berujung pada angka sebesar 0,3% dan 4%.

Pasar kemarin tertekan dengan Dow Jones anjlok 117 poin, diperberat ambruknya saham Boeing yang drop 1,3%. Indeks S&P 500 tertekan 0,24% sedangkan Nasdaq melemah 0,14%. Di sisi lain, indeks saham berkapitalisasi pasar kecil Russell 2000 justru menguat 0,6%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading