Bitcoin Mulai Lesu, Harga Binance Coin Meroket 12% Lebih

Market - chd, CNBC Indonesia
13 October 2021 09:57
Eva Montes shows the Chivo Wallet app, a Bitcoin wallet that the Salvadoran government is launching for the use of Bitcoin as a legal tender, installed in her phone in Mejicanos, El Salvador, September 9, 2021. REUTERS/Jose Cabezas

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar kembali melemah pada perdagangan Rabu (13/10/2021) pagi waktu Indonesia, di mana bitcoin dan ethereum yang sebelumnya masih mampu melesat, mulai diperdagangkan di zona merah pada pagi hari ini.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:05 WIB, dari kedelapan kripto berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) non-stablecoin, hanya binance coin, solana, dan polkadot yang diperdagangkan di zona hijau pada pagi hari ini.

Binance coin meroket 12,47% ke level harga US$ 461,32/koin atau setara dengan Rp 6.553.051/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.205/US$), solana melesat 4,81% ke level US$ 151,75/koin atau Rp 2.155.609/koin, dan polkadot melonjak 5,48% ke US$ 35,48/koin (Rp 503.993/koin).


Sedangkan sisanya kembali diperdagangkan di zona merah pada pagi hari ini. Bitcoin merosot 1,26% ke level harga US$ 56.247,96/koin atau Rp 799.002.272/koin, ethereum melemah 0,27% ke level US$ 3.497,35/koin (Rp 49.679.857/koin),

Selanjutnya cardano terkoreksi 0,41% ke US$ 2,13/koin (Rp 30.257/koin), ripple terpangkas 0,75% ke US$ 1,11/koin (Rp 15.768/koin), dan dogecoin turun tipis 0,06% ke US$ 0,2278/koin (Rp 3.236/koin).

Kripto

Setelah sempat bertahan di zona hijau pada perdagangan Selasa (12/10/2021) kemarin, bitcoin akhirnya mengalami masa rehat, di mana pada pagi hari ini, koin digital berkapitalisasi pasar hingga US$ 1 triliun tersebut mulai diperdagangkan di zona merah.

Kini, bitcoin diperdagangkan di kisaran level US$ 56.000, setelah pada perdagangan kemarin sempat diperdagangkan di kisaran US$ 57.000. Beberapa analis mengatakan bahwa pembelian ekstrim di bitcoin dapat membuat reli bitcoin akan berhenti.

Analis tersebut merujuk pada Bitcoin Fear & Greed Index, yang sudah memasuki wilayah "extreme greed" pada pekan lalu dan berada di level tertinggi sejak awal September lalu.

Komentar dari CEO JPMorgan, Jamie Dimon pada konferensi pers Senin (11/10/2021) berkontribusi pada suasana hati pasar yang buruk di kripto. Dimon menyatakan bahwa pemerintah akan mengatur bitcoin, yang menurutnya secara pribadi "tidak berharga."

Di sisi peraturan, krisis energi dan listrik domestik China telah menyebabkan peningkatan pengawasan terhadap proyek pertambangan di berbagai wilayah, seperti penyitaan mesin pertambangan yang tidak digunakan di Mongolia bagian dalam.

Beberapa analis menganggap reli harga kripto baru-baru ini didorong oleh spekulasi lanjutan. Hal ini terjadi setelah Securities and Exchange Commission (SEC) AS akhirnya akan menyetujui bitcoin exchange-traded fund (ETF).

Dari kabar kripto lainnya, yakni kripto berjenis altcoin, binance coin masih terpantau menghijau pada pagi hari ini, setelah perusahaan pertukaran kripto, Binance mendedikasikan kembali dananya sebesar US$ 1 miliar untuk proyek Binance Smart Chain (BSC).

Pada tahun lalu, Binance mengeluarkan dana sebesar US$ 100 juta untuk mendukung proyek-proyek desentralized finance (DeFi) di BSC.

"Pertumbuhan BSC telah menarik 100 juta lebih banyak pengguna DeFi hanya dengan pendanaan awal sebesar US$ 100 juta," kata Changpeng Zhao, CEO Binance dalam siaran pers-nya, dikutip dari CoinDesk.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading