Bursa Asia Ramai-ramai Ambruk, Beruntung IHSG Selamat!

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
12 October 2021 17:07
A man looks at an electronic stock board showing Japan's Nikkei 225 index at a securities firm in Tokyo Wednesday, Dec. 11, 2019. (AP Photo/Eugene Hoshiko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Mayoritas bursa Asia ditutup berjatuhan pada perdagangan Selasa (12/10/2021), seiring adanya sentimen negatif yang cenderung mendominasi pasar keuangan global pada hari ini.

Indeks Nikkei Jepang ditutup merosot 0,94% ke level 28.230,61, Hang Seng Hong Kong ambles 1,43% ke 24.962,59, Shanghai Composite China ambruk 1,25% ke 3.546,94, KOSPI Korea Selatan ambrol 1,35% ke 2.916,38, dan Straits Times Singapura turun tipis 0,05% ke 3.112,05.

Sementara untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu bertahan di zona hijau dengan menguat 0,41% ke level 6.486,27.


Indeks Hang Seng memimpin pelemahan bursa Asia pada hari ini, terseret oleh saham teknologi setelah adanya laporan bahwa Presiden China, Xi Jinping sedang meneliti hubungan antara pemberi pinjaman dengan beberapa perusahaan swasta besar di China.

Indeks Hang Seng Tech ambles 3,2%, di mana saham e-commerce besar China, Alibaba menjadi pemberat indeks teknologi Hang Seng setelah Wall Street Journal (WSJ) melaporkan bahwa Xi Jinping sedang memusatkan perhatiannuya pada hubungan yang telah dikembangkan oleh bank-bank pemerintah China dan pendukung keuangan lainnya dengan pemain sektor swasta besar.

"Kekhawatiran pasar tentang regulasi industri di China daratan terus berlanjut, membuat investor kembali khawatir" kata Kenny Ng, ahli strategi sekuritas di Everbright Sun Hung Kai, dikutip dari Reuters.

"Namun, valuasi saham Hong Kong yang relatif rendah dapat membatasi ruang untuk penurunan tajam yang lebih lanjut di masa depan." tambah Kenny.

Di tengah kekhawatiran investor terkait regulasi industri China, saham sektor properti China malah terpantau menguat atau mengabaikan sentimen negatif yang datang setelah Morgan Stanley memperkirakan bahwa regulator dapat mengendurkan cengkeraman mereka pada sektor properti China untuk membantu menstabilkan dan mendukung ekonomi China.

Saham Evergrande New Energy Vehicle Group melonjak 4,6%, sehari setelah perusahaan mengatakan akan mulai memproduksi kembali kendaraan listriknya pada tahun depan, meskipun masih terdapat krisis investasi eksternal.

Pelaku pasar Asia juga merespons negatif dari pelemahan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (11/10/2021) waktu setempat, menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia di tengah kekhawatiran akan prospek pemulihan ekonomi global.

Indeks Dow Jones merosot 0,72%, ke level 34.496,06. Kemudian S&P 500 terkoreksi 0,69% ke posisi 4.361,19, dan Nasdaq Composite melemah 0,64% menjadi 14.486,20.

Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Senin kemarin sempat meroket, dan hari ini terkoreksi tipis. Harga kontrak berjangka minyak jenis Brent melemah 0,07% menjadi US$ 83,6/barel, sedangkan kontrak minyak jenis West Teas Intermediate (WTI) surut 0,27% menjadi US$ 80,3/barel.

Di lain sisi, investor juga masih mengantisipasi rilis kinerja kuartal III-2021 perusahaan-perusahaan AS pada pekan ini, di antaranya oleh emiten perbankan seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Bank of America, Morgan Stanley, Wells Fargo dan Citigroup.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mayoritas Bursa Asia Menguat, Nikkei Merosot, IHSG Juara!


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading