Buntut Krisis Energi, Kurs Dolar Australia Makin Mahal

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
11 October 2021 15:05
Australian dollars are seen in an illustration photo February 8, 2018. REUTERS/Daniel Munoz

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar dolar Australia menguat melawan rupiah pada perdagangan Senin (11/10). Krisis energi yang melanda Eropa membuat Mata Uang Negeri Kanguru ini bangkit dari level terendah 9 bulan.

Pada pukul 14:19 WIB, AU$ 1 setara Rp 10.422,16, dolar Australia menguat 0,3% di pasar spot, melansir data Refinitiv.

Krisis energi yang melanda Eropa membuat harga komoditas meroket. Dolar Australia dikenal sebagai mata uang komoditas, artinya pergerakannya sangat terkait dengan harga-harga komoditas.


Krisis energi di Eropa terjadi akibat tingginya harga gas alam. Alhasil, harga komoditas energi lainnya seperti batu bara, minyak mentah, dan yang lainnya ikut meroket. Dolar Australia pun diuntungkan, apalagi batu bara yang menjadi salah satu ekspor utama Australia harganya terus menajak mencatat rekor.

Dengan harga gas alam yang semakin mahal, melesat 123,08% year-to-date, dunia usaha beralih ke komoditas lain sebagai sumber energi pembangkitan listrik. Selain batu bara, bahan bakar minyak (BBM) pun menjadi primadona.

Harga batu bara pada pekan lalu berada di US$ 225,75/ton. Dalam sebulan terakhir, harga batu bara naik 32.39% secara point-to-point. Sejak akhir 2020 (year-to-date), harga meroket 191,93%.

"Peralihan dari gas alam ke BBM akan meningkatkan permintaan minyak untuk pembangkitan listrik pada musim dingin di northern hemisphere tahun ini," sebut riset ANZ, yang memperkirakan permintaan minyak pada kuartal IV-2021 meningkat 450.000 barel/hari.

Meski demikian, analis dari Westpac Bank mengingatkan ke depannya dolar Australia bisa mengalami tekanan sebab pertumbuhan ekonomi global akan terhambat.

"Aktivitas perekonomian global menghadapi beberapa tantangan yang signifikan yang akan memperburuk sentimen terhadap dolar Australia," kata analis Westpac dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Rupiah Kuat, Dolar Australia Naik Tipis ke Rp 11.040/AU$


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading