Aset Kripto Masih On Fire, tapi Bitcoin Koreksi Tipis

Market - chd, CNBC Indonesia
08 October 2021 10:30
Ilustrasi Bitcoin  (Photo by Executium on Unsplash)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mayoritas mata uang kripto (cryptocurrency) berkapitalisasi pasar terbesar kembali menguat pada perdagangan Jumat (8/10/2021) pagi waktu Indonesia, meskipun bitcoin mulai menunjukkan koreksi terbatasnya pada pagi hari ini.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:00 WIB, dari kedelapan kripto berkapitalisasi pasar terbesar (big cap) non-stablecoin, hanya bitcoin dan dogecoin yang diperdagangkan di zona merah pada pagi hari ini.

Bitcoin terkoreksi 0,96% ke level harga US$ 54.303,67/koin atau setara dengan Rp 771.112.114/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.200/US$) dan dogecoin melemah 0,21% ke level US$ 0,2459/koin.


Sedangkan sisanya kembali diperdagangkan di zona hijau pada pagi hari ini. Ethereum melonjak 2,45% ke level harga US$ 3.608,43/koin atau Rp 51.239.706/koin, binance coin melesat 2.36% ke level US$ 438,59/koin (Rp 6.227.978/koin), cardano terbang 5,2% ke US$ 2,29/koin (Rp 32.518/koin).

Berikutnya ripple menguat 1,88% ke US$ 1,08/koin (Rp 15.336/koin), solana bertambah 2,3% ke US$ 156,17/koin (Rp 2.217.614/koin), dan polkadot meroket 7,48% ke US$ 33,76/koin (Rp 479.392/koin).

Kripto

Di tengah kembali menguatnya sebagian besar kripto pada pagi hari ini, bitcoin terpantau mulai terkoreksi, setelah sehari sebelumnya sempat melesat nyaris 8%, didorong oleh pembelian terkonsentrasi.

Namun, koreksi bitcoin pada hari ini masih cenderung terbatas dan bitcoin sendiri juga cenderung bertahan di kisaran level US$ 54.000. Analis memperkirakan volume perdagangan bitcoin masih akan tetap tinggi, setidaknya hingga akhir kuartal IV-2021.

"Data Blockchain menunjukkan pesanan beli besar terjadi disaat reli bitcoin pada kemarin. Namun kami masih belum mengerti mengapa para whales (trader besar bitcoin) membeli di bursa spot disaat bitcoin sedang naik daun," kata Muyao Shen dari CoinDesk.

Pasar kripto yang kembali bangkit, kecuali bitcoin didorong oleh sentimen positif dari sikap Kongres AS yang semakin kooperatif untuk menaikkan batas utang AS dalam jangka pendek.

Pimpinan Minoritas Senat, Mitch McConnell menawarkan penundaan jangka pendek batasan utang pemerintah AS untuk menghindari gagal bayar (default) dan krisis ekonomi, yang menurut ekonom bisa memiliki efek buruk.

"Kesepakatan sementara seharusnya bisa membantu mengurangi persoalan batas utang terkait volatilitas pasar dalam beberapa pekan ke depan karena perhatian beralih pada bulan Desember," tutur Mark Haefele, Direktur Investasi UBS, seperti dikutip CNBC International.

Hal ini membuat selera risiko investor kembali meningkat, di mana tak hanya terjadi di pasar kripto, penguatan juga kembali tercipta di pasar berbasis risiko lainnya seperti pasar saham global.

Selain dari sentimen plafon utang AS, investor juga merespons positif dari data klaim tunjangan pengangguran pada pekan lalu yang terpantau makin membaik.

Klaim tunjangan pengangguran pekan lalu tercatat sebesar 326.000, atau lebih baik dari proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka 345.000. klaim pekan sebelumnya tercatat mencapai 362.000 klaim.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Kripto Mulai Ambles Lagi, Bitcoin Gagal Capai US$ 50.000


(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading