Ada nih Produsen Topping Minuman Boba IPO, Bidik Rp 39 M

Market - Feri Sandria, CNBC Indonesia
07 October 2021 15:10
Formosa Ingredient Factory, dok Bobaking

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan produsen topping minuman boba dan olahan tapioka dengan brand Boba King, PT Formosa Ingredient Factory (BOBA), berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan akan menjadi calon emiten baru di sektor konsumer.

Perseroan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 140 juta saham biasa atau maksimal mewakili 12,11% dari total modal disetor dan ditempatkan penuh perseroan setelah penawaran umum perdana.

Berdasarkan prospektus perusahaan yang terbit pada Selasa (5/10/2021), nilai nominal saham baru tersebut Rp 50 per saham dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah IPO.


Sementara, harga penawaran yang ditawarkan dalam IPO saham berkisar antara Rp 250 sampai dengan Rp 280 untuk setiap saham. Dengan demikian, maksimal dana yang bisa dikumpulkan dari IPO saham ini adalah sejumlah Rp 39,20 miliar.

"Jumlah Penawaran Umum Perdana Saham adalah sebesar Rp 35 miliar sampai dengan Rp 39,20 miliar," tulis manajemen Formosa dikutip CNBC Indonesia, Senin (7/10).

Dalam IPO ini, Formosa memberikan mandat kepada PT Victoria Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi.

Terkait rencana penggunaan dana IPO, pihak manajemen mengatakan bahwa setelah dikurangi biaya emisi, maka seluruh dana IPO akan digunakan dalam rangka modal kerja perseroan.

Modal kerja tersebut termasuk pembelian bahan baku, bahan penunjang, biaya operasional dan biaya pemasaran/marketing untuk memperluas jaringan pemasaran dengan pendistribusian ke daerah-daerah lain serta promosi-promosi yang dilakukan ke daerah lain guna mendukung pertumbuhan ke depannya.

Saat ini, pemegang saham Formosa ialah Hengky Wijaya yang menggenggam 28,35% saham perusahaan, PT Kurniamitra Duta Sentosa Tbk (KMDS) sebesar 26,98%, Texture Maker Enterprise Co., Ltd memegang 25,20% saham dan empat individu lain dengan total kepemilikan 19,17%, masing-masing di bawah 7%.

Hengky Wijaya yang merupakan komisaris perusahaan juga merupakan pengendali dari pemegang saham lain yakni Kurniamitra Duta Sentosa, perusahaan yang juga bergerak dalam bidang perdagangan produk bahan makanan, minuman dan peralatan penunjangnya.

Setelah IPO, porsi kepemilikan Hengky di perusahaan produsen Boba King ini menyusut menjadi 24,92%, KMDS sebesar 23,71%, Texture Maker Enterprise Co., Ltd memegang 22,15% saham, empat individu lain total kepemilikan 17,11% dan sisanya kepemilikan publik sebesar 12,11%.

Adapun masa penawaran awal(bookbuilding)akan dilaksanakan pada 5-11 Oktober 2021, perkiraan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 21 Oktober, perkiraan masa penawaran umum 22-28 Oktober, perkiraan tanggal penjatahan 28 Oktober, tanggal distribusi saham 29 Oktober dan prediksi pencatatan saham di BEI pada 1 November mendatang.

Hingga Agustus 2021, total aset tercatat senilai Rp 104,18 miliar, dengan liabilitas sebesar Rp 9,55 miliar dan ekuitas sejumlah Rp 94,63 miliar.

Pendapatan perusahaan hingga akhir Agustus 2021 adalah sebesar Rp 46,70 miliar, meningkat 6,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 43,87 miliar.

Formosa Ingredient mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 11,31 miliar, turun 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,78 miliar.

Sementara itu sepanjang tahun 2020 lalu, perusahaan juga mencatatkan kinerja positif dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih meningkat 7,24% menjadi Rp 18,79 miliar.

Dalam prospektus yang terbit PT Formosa Ingredient Factory dikatakan memiliki kegiatan usaha utama pada bidang produksi produk tapioca pearl, topping jelly, popping boba, premium sauce, syrup dan premix powder.

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan memiliki visi untuk memproduksi berbagai macam produk berkualitas tinggi dan aman untuk dikonsumsi yang didukung oleh kapasitas pabrik yang masif, fasilitas produksi yang canggih serta higienis.


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading