Kerek 2 Saham Gocap, Yusuf Mansur: IPO Paytren On Track!

Market - tahir saleh, CNBC Indonesia
28 September 2021 09:49
Instagram @yusufmansurnew Foto: Instagram @yusufmansurnew

Jakarta, CNBC Indonesia - Ustaz Yusuf Mansur, pemilik Pesantren Daarul Quran dan Grup Paytren, menegaskan proses penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) Paytren (PT Veritra Sentosa Internasional/VSI) yang mengelola e-money, masih sesuai rencana awal.

Hal itu ditegaskan UYM setelah dirinya bersama konsorsium investor ritel membeli lagi saham emiten kategori 'gocap' yakni emiten yang bergerak di bidang jasa pengangkutan dan transportasi PT Putra Rajawali Kencana Tbk (PURA) di harga Rp 50/saham.

Pembelian saham PURA itu membuat saham emiten 'tidur' ini melonjak pada penutupan perdagangan sesi II, Senin kemarin (27/9) di mana saham PURA masuk dalam top gainers urutan tiga besar, dengan kenaikan 34% di Rp 67/saham.

Sebelumnya, UYM juga membeli saham kategori 'gocap' yakni emiten properti dan real estate, PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) juga di harga Rp 50/saham, dan pada perdagangan Senin kemarin sudah di level Rp 119/saham.

"Biar merakyat... gocap itu kesannya UMKM," kata UYM, dalam pesan singkatnya, kepada CNBC Indonesia, Selasa (28/9).

"Terus jalan kok [IPO] Paytren ini. sudah on the track," tegasnya tanpa memerinci kapan tepatnya proses penawaran berjalan.

Sebelumnya dalam forum diskusi bersama Sucor Sekuritas 1 Februari silam, UYM menyebutkan bahwa target IPO Paytren yakni September tahun ini.

"Ini doain ya, mudah-mudahan Paytren bisa IPO di September [2021]," ujarnya.

Sebelumnya, ustaz YM juga menyinggung IPO ini di akun Instagramnya kendati tidak menyebutkan secara spesifik.

"Ayooo... gampang koq...dan duitnya ga disetorin ke saya loh, hehee. jangan ampe ketipu."

.Ayo... anak2 muda...dan gmn kalo Paytren di IPO in? bismillaah ya?"

"Doain."

Rencana IPO Paytren sudah disampaikan Yusuf Mansur sejak pertengahan Januari 2021. Yusuf Mansur menyebut pihaknya tengah melakukan konsultasi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia terkait rencana tersebut.

Selain memiliki anak usaha di bisnis pengelolaan investasi lewat Paytren Aset Manajemen (PAM), Grup Paytren juga mengelola e-money lewat VSI.

Paytren e-money merupakan alat pembayaran digital yang bisa digunakan untuk membayar tagihan rutin, pembelian pulsa elektronik dan tiket perjalanan. Pada 17 Agustus 2019 Paytren termasuk dalam aplikasi yang menggunakan QR code berstandardisasi Indonesia atau QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia.

Adapun khusus untuk PAM, saat ini, perseroan memiliki beberapa reksa dana syariah yaitu reksa dana saham PAM Syariah Saham Dana Falah, reksa dana pasar uang PAM Syariah Likuid Dana Safa, dan reksa dana campuran PAM Syariah Campuran Dana Daqu.

Saham PURA

Terkait dengan saham PURA, UYM mengatakan, investasi tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap kesejahteraan umat. Salah satunya yang menjadi concern-nya saat ini adalah pada logistik dan rantai pasok, terutama transportasi angkutan barang.

"Sopir angkutan barang itu perlu perhatian karena merekalah barang-barang kebutuhan bisa didistribusikan ke seluruh daerah," katanya.

Dok. Ustaz Yusuf MansurFoto: Dok. Ustaz Yusuf Mansur
Dok. Ustaz Yusuf Mansur

Karena itu, ia kini membidik berinvestasi pada perusahaan angkutan barang di pasar saham.

"Saya tertarik berinvestasi di Putra Rajawali Kencana, perusahaan yang IPO tahun lalu," ujar UYM.

Setelah mengkaji fundamental emiten berkode PURA itu, ia optimis perusahaan berbasis di Surabaya ini bermasa depan cerah.

Dalam kesempatan Ustad Yusuf Mansur mengunjungi kantor PURA, ia melihat langsung operasional di emiten ini.

"Manajemen yang baik dan penggunaan teknologi yang dikembangkan sendiri dimiliki perusahaan ini," katanya.

Ia menambahkan, PURA memiliki sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas di perusahaan.

"Tidak ada alasan tidak berinvestasi di PURA. Dalam hal Inovasi, PURA saya nilai sangat inovatif dalam bidangnya. Perusahaan ini satu-satunya yang mengembangkan bisnis pengiriman dengan Multimoda, mengombinasikan truk dan kereta sehingga volume kiriman bisa masif. Potensi growth nya pasti bertumbuh pesat ke depannya," katanya.

Per 31 Agustus 2021, PT Rajawali Dwiputra menggenggam 13,328% saham PURA, PT Rajawali Inti memiliki 16,67%, PT Igelcorp Nusantara 7,31%, PT Igelcorp Asia Kapital 8,17%. Sisanya, masyarakat menguasai 54,52% saham perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di BEI, PURA berhasil membukukan kenaikan laba bersih 4,41% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 4,74 miliar pada semester I 2021, dari Rp 4,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 1,22% secara yoy dari Rp 57,98 miliar pada paruh pertama 2020 menjadi Rp 58,69 miliar pada semester pertama tahun ini.

Lebih rinci, pendapatan usaha PURA berasal dari pos pendapatan dari pihak ketiga di segmen jasa angkutan sebesar Rp 31,32 miliar (sebelum dikurangi klaim susut Rp 369,85 juta). Selain itu, pendapatan lainnya berasal dari jasa angkutan kepada pihak berelasi sebesar Rp 27,74 miliar pada semester I 2021.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Diborong Yusuf Mansur Rp 30 M, Saham REAL Bangkit dari Kubur


(tas/tas)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading