Gak Mempan Dihajar Xi Jinping, Harga Batu Bara Terbang

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
26 September 2021 11:00
Labourers load coal on trucks at Bari Brahamina in Jammu May 20, 2010. REUTERS/Mukesh Gupta/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara masih terus mengalami kenaikan yang tajam. Terbukti dalam sepekan terakhir harga batu bara naik lebih dari 5%.

Pada hari Jumat (24/9/2021), penutupan harga batu bara menyentuh angka US$ 191,1/ton, naik 7,57% dari minggu sebelumnya. Kenaikan harga batu bara berkorelasi positif dengan kenaikan harga gas alam yang mencapai US$ 5,05/MMBtu, naik 1,43% dari hari sebelumnya dan naik 98,78% sejak akhir 2020.


Dengan kenaikan harga gas alam yang sangat tinggi ini, sudah pasti porsi pembangkit listrik sumber daya batu bara akan lebih meningkat jika dilihat dari segi ekonomis. Akibat dari demand yang tinggi dari batu bara, harganya pun naik selama sepekan berturut-turut.

Berikut adalah pergerakan harga batu bara dalam sepekan terakhir:

Tanggal

Harga Batu Bara (US$/Ton)

17/9/2021

177,65

20/9/2021

179,65

21/9/2021

178,3

22/9/2021

182,75

23/9/2021

189,3

24/9/2021

191,1

Jika bicara tentang batu bara, sudah pasti kita harus membicarakan negara China, sebagai negara dengan konsumsi batu bara terbesar di dunia. Tercatat pada tahun 2019 konsumsi batu bara negara tirai bambu tersebut mencapai 4,36 miliar ton, hampir 5 kali lipat dari konsumsi batubara negara kedua terbesar, yaitu AS.

Harga batu bara di dalam negeri China pun sudah menembus 1.360 Yuan/Ton. Padahal pemerintah China sendiri menargetkan harga batu bara di kisaran 500-570 Yuan/Ton.

Kenaikan harga batu bara China dipicu oleh masalah keterbatasan suplai yang sampai saat ini belum bisa ditangani secara optimal. Dalam rangka menekan harga batu bara yang sangat tinggi ini, pemerintah China pun mengambil langkah untuk meningkatkan produksi batu bara dalam negeri dan dengan membuka melonggarkan kuota impor.

Meskipun begitu, bukan berarti China membuka lebar kesempatan ke semua negara untuk mengimpor batu bara. Australia misalnya, adanya perseteruan dengan negara produsen batu bara terbesar ke 5 di dunia tersebut, tak lantas membuat China toleran dan mau mengimpor batu bara Negeri Kanguru.

Di sisi lain, produksi batu bara saat ini pun sedang dilanda masalah terutama terkait cuaca dan hambatan dari sisi logistik. Oleh sebab itu harga batu bara masih terus naik sampai saat ini di tengah sentimen commodity boom yang belum pudar.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading