Gokil Pemirsa! Harga Minyak To The Moon, Ada Apa Nih?

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
26 September 2021 09:10
Oil pump silhouette at night. Foto: kotkoa / Freepik

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak mentah dunia ditutup naik ke level tertinggi dalam tiga tahun di minggu ini. Salah satu penyebabnya adalah kecemasan pasar akan penurunan suplai.

Pada hari Jumat (24/9/2021), harga minyak jenis Brent berada di US$ 78,09/barel naik 3,2% dari minggu sebelumnya. Angka ini merupakan angka penutupan tertinggi sejak Oktober 2018. Kenaikan ini pun bukan terbilang baru, melainkan sudah dirasakan sejak tiga minggu yang lalu.


Sedangkan, untuk harga minyak jenis WTI (West Texas Intermediate) berada di US$ 73,98/barel naik 1,89% dari minggu sebelumnya. Angka ini merupakan angka penutupan tertinggi sejak Juli 2021.

Beda halnya dengan minyak jenis Brent, kenaikan harga minyak jenis WTI sudah dirasakan dari lima minggu yang lalu. Berikut adalah pergerakan harga kontrak minyak dalam sepekan terakhir:

Tanggal

Brent (US$/barel)

WTI (US$/barel)

16/9/2021

75,67

72,61

17/9/2021

75,34

71,97

20/9/2021

73,92

70,29

21/9/2021

74,36

70,56

22/9/2021

76,19

72,23

23/9/2021

77,25

73,30

24/9/2021

78,09

73,98

Faktor penting yang menyebabkan kenaikan harga minyak ini dikarenakan terdapatnya gangguan produksi minyak yang menyebabkan cadangan terus menipis.

Tersangka utamanya adalah bencana Badai Ida di Pantai Teluk AS pada akhir Agustus lalu. Produksi minyak AS dan dunia pun otomatis terus menipis.

Kilang minyak di AS pun sudah mulai melakukan langkah untuk mengganti sumber minyak mentah dari Irak dan Canada.

Minggu ini pengebor di AS sudah berhasil menambahkan 10 rig minyak dan gas baru, yang membuat jumlah rig minyak dan gas naik selama 14 bulan berturut-turut.

Selain dari negara AS, beberapa negara juga sudah mengambil langkah untuk menekan kenaikan harga minyak.

Rusia misalnya, Negeri Beruang Merah sudah membuat pernyataan untuk kesiapannya dalam mengisi kebutuhan pasar global.

Iran pun sudah menunjukan keinginannya untuk mengekspor cadangan minyak ke pasar global dengan lebih dulu melanjutkan "Perjanjian Nuklir Iran 2015", tetapi belum menyebutkan tanggal pastinya .

Walaupun begitu, menurut Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, mengatakan "Sepertinya tambahan ekstra barel dari Iran tidak akan menjadi cerita di tahun 2021 karena negosiasi yang dilakukan akan menjadi proses yang berlarut-larut".

Terdapat sentimen yang menyatakan bahwa pada akhir September 2021 ini minyak jenis Brent akan mencapai US$ 80/barel.

Penurunan stok, produksi OPEC yang lebih rendah, dan besarnya permintaan pasar di Timur Tengah merupakan faktor yang mendukung prediksi harga tersebut.

TIM RISET CNBC INDONESIA




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading