BRI Catat Sejarah Rights Issue Terbesar, Ini Kata Wamen BUMN

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
22 September 2021 18:20
Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo dalam Raker 3 Juni 2021/Youtube

Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penambahan modal dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak rekor perusahaan BUMN dengan rights issue terbesar.

Kartika menyebut, pemerintah sudah mengeksekusi haknya dalam rights issue tersebut pada 13 September 2021 lalu sebanyak 16,1 miliar saham.

"Rights issue ini terbesar dalam sejarah pemerintah Indonesia. Negara RI telah mengeksekusi 16,1 miliar HMETD miliknya pada 13 September 2021 melalui inbreng saham Pegadaian dan PNM senilai Rp 54,77 triliun," ungkap Kartika dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/9/2021).


Sementara itu, kata Tiko, sampai dengan 21 September, investor publik yang telah menyerap rights issue BRI sebesar 7,7 miliar saham dari target 12,1 miliar saham HMETD. Nilai iyang sudah diesekusi itu setara 63,45% dengan dana sebesar Rp 26,1 triliun.

"Kita berharap masih bisa meningkat 70% kalau bisa, itu senilai Rp 26,1 triliun," ungkapnya.

Mantan Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) ini menyatakan, dampak rights issue akan meningkatkan rasio permodalan (CAR) BRI mendekati 22%.

Dia juga menyebut, adanya transaksi rights issue besar ini juga diharapkan berimplikasi positif ke pasar modal yang sudah lama tidak ada transaksi dengan dana rights issue besar, utamanya dari perusahaan pelat merah.

"Totalnya rights issue ini Rp 80 triliun sampai Rp 85 triliun, jadi ini rekor. Moga-moga ini memberikan angin segar bagi pasar modal yang sudah lama tidak ada transaksi besar dari BUMN," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading