Isu Evergrande Dicuekin, Modal Asing Tetap Mengucur ke RI!

Market - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
21 September 2021 18:15
FILE PHOTO: The China Evergrande Centre building sign is seen in Hong Kong, China. August 25, 2021. REUTERS/Tyrone Siu/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) memastikan Indonesia masih menarik di mata dunia. Meskipun ada berbagai isu global yang mengganggu.

Salah satunya ancaman gagal bayar utang alias default yang dialami oleh raksasa properti di China, yakni Evergrande


Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers virtual, Selasa (21/9/2021).

"Bagaimana dampaknya (Evergrande) pada investasi portofolio. Investasi portofolio ke Indonesia sampai dengan 17 dari Juli 2021 terjadi net inflow, aliran masuk modal asing ke portofolio sebesar US$ 1,5 miliar," jelas Perry.

"Sehingga ini tentu saja untuk dampaknya secara keseluruhan pada investasi portofolio tidak nampak," kata Perry melanjutkan.

Kendati demikian, kata Perry, BI akan terus melakukan monitoring dengan lebih intensif. "Senjauh ini pada Indonesia terutama di awal pengaruh pasar modal berangsur mereda dan di pasar SBN dan nilai tukar dampaknya memang tidak banyak," ujarnya.

Perry mengatakan, neraca pembayaran Indonesia diperkirakan tetap baik. Kinerja transaksi berjalan diperkirakan membaik didorong oleh surplus neraca barang yang berlanjut.

Seperti diketahui neraca perdagangan pada Agustus 2021 tercatat surplus sebesar US$ 4,7 miliar, tertinggi sejak Desember 2006.

"Terutama dipengaruhi oleh peningkatan ekspor komoditas utama seperti CPO, batubara, besi dan baja, serta bijih logam, di tengah kenaikan impor seiring dengan perbaikan ekonomi domestik," jelas Perry.

Adapun posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2021 meningkat menjadi sebesar US$ 144,8 miliar dolar, setara dengan pembiayaan 9,1 bulan impor atau 8,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta melampaui kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, defisit transaksi berjalan pada 2021 diperkirakan tetap rendah di kisaran 0,6%-1,4% dari PDB, sehingga mendukung ketahanan sektor eksternal Indonesia," jelas Perry.


[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading