Ini Dia Sederet Saham yang Bikin IHSG Sempat Rontok 1% Lebih

Market - Tri Putra, CNBC Indonesia
21 September 2021 09:49
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok 0,44% ke level 6.049,79. Ambrolnya IHSG tak lepas dari bursa Wall Street yang semalam kebakaran karena diterpa sentimen risiko gagal bayar pengembang properti China Evergrande.

Tercatat pada pada pukul 9:35 WIB, IHSG berhasil memangkas koreksi menjadi 0,63% di level 6.039,24 setelah sempat ambruk parah 1%.
Berikut saham-saham yang membuat IHSG sempat tumbang 1% pada perdagangan hari ini.

SahamFoto: Tri Putra
Saham


Indeks pasar modal local hari ini ambruk setelah saham berkapitalisasi paling besar di bursa yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 1,21% dan menekan indeks 8,73 poin.

Tercatat saham-saham big cap old economy lainya juga memperberat laju indeks hari ini seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Astra Internasional Tbk (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang tumbang masing-masing 1,67%, 1,42%, dan 0,85%.

Dari segmen new economy, Bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO) menjadi penyumbang koreksi nomor 5 setelah tumbang 1,7% dan memperberat indeks 2,65 poin.

Bursa saham Asia masih kebakaran hari ini. Indeks Nikkei ambrol nyaris 2%. Indeks Hang Seng turun 0,12%. Sementara itu Straits Times justru menghijau dengan apresiasi 0,25%.

Dini hari tadi Wall Street kompak ditutup di zona merah. Baik Dow Jones, S&P 500 maupun Nasdaq Composite semuanya terpangkas lebih dari 1,5%.
Ada tiga sentimen yang menjadi penggerak pasar hari ini. Pertama adalah soal risiko gagal bayar pengembang properti terbesar kedua di China Evergrande.

Kesulitan likuiditas yang dialami perusahaan dinilai dapat menimbulkan dampak yang luas tidak hanya di China saja tetapi bisa dirasakan secara mendunia.

Kedua adalah jelang pertemuan the Fed pada Rabu waktu AS, pelaku pasar cenderung wait and see karena menanti sinyal lebih jelas terkait kapan tapering off akan dilakukan.

Terakhir datang dari dalam negeri yaitu adanya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) untuk memutuskan suku bunga acuan. Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia menunjukkan pelaku pasar sepakat BI akan menahan suku bunga acuan BI-7 day reverse repo rate di 3,5%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading