Evergrande Jadi 'Aktor' yang Bikin Bursa Asia Rontok Hari Ini

Market - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
20 September 2021 17:13
pasar saham asia

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia ditutup melemah pada perdagangan Senin (20/9/2021) awal pekan ini, dipimpin oleh bursa saham Hong Kong yang ambruk akibat kecemasan investor akan gagal bayarnya raksasa properti China, China Evergrande Group.

Indeks Hang Seng Hong Kong ditutup ambruk 3,3% ke level 24.099,14, Straits Times Singapura merosot 0,96% ke 3.041,73, dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir terkoreksi 0,93% ke posisi 6.076,31.

Sementara untuk pasar saham China, Jepang, dan Korea Selatan pada hari ini tidak dibuka karena sedang libur nasional.


Karena indeks utama Asia tidak dibuka pada hari ini, alhasil investor di Asia lebih memfokuskan sentimennya ke pasar saham Hong Kong pada hari ini.

Indeks Hang Seng ditutup ambruk lebih dari 3%, bahkan sempat ambruk lebih dari 4% pada perdagangan hari ini, karena diterpa sentimen negatif soal Evergrande, raksasa properti China yang terancam bangkrut.

Kekhawatiran tentang kesehatan pasar properti di China membuat terjadinya panic selling berbagai saham di bursa saham Hong Kong tersebut, mulai dari properti, bank hingga asuransi.

Indeks Properti Hang Seng terjun 5,9% sementara harga saham Ping An Insurance sebagai asuransi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasarnya ditutup merosot 5,78% di Hong Kong.

Belum lama ini, Bloomberg memberitakan, seperti dikutip dari Reuters, bahwa otoritas perumahan China telah memberitahukan kepada bank-bank bahwa Evergrande tidak akan mampu membayar bunga pinjaman yang jatuh tempo pada 20 September 2021 karena kesulitan likuiditas.

Permasalahan Evergrande yang berlarut-larut hingga hari ini membuat harga sahamnya ditutup anjlok 10% lebih pada perdagangan awal pekan ini.

Perusahaan ini disebut memiliki kewajiban mencapai US$ 305 miliar atau setara dengan Rp 4.361 triliun (kurs Rp 14.300/US$). Jika tidak ada solusi, maka bisa menjadi risiko sistemik di sektor keuangan China.

Bahkan, dua lembaga pemeringkat internasional yakni S&P dan Fitch Ratings telah memangkas peringkat utang Evergrande pada pekan lalu. S&P menurunkan peringkat utang Evergrande dari CC menjadi CCC dengan outlook negatif. Sedangkan Fitch juga menurunkan rating Evergrande dari CC menjadi CCC+.

Sementara itu, Reuters pada pekan lalu melaporkan bahwa Agricultural Bank of China telah membuat beberapa provisi kerugian pinjaman untuk sebagian eksposurnya ke Evergrande, sementara China Minsheng Banking Corp dan China CITIC Bank Corp Ltd sedang mempertimbangkan untuk menggulirkan beberapa kewajiban utang jangka pendek mereka.

Hal ini membuat kedua saham bank tersebut juga ditutup ambruk. Saham Agricultural Bank di Hong Kong ditutup ambles 3,3%, sedangkan saham Minsheng Bank anjlok 5,9%, dan CITIC Bank longsor 5,1%.

Di lain sisi, investor di global juga cenderung bersikap hati-hati menjelang rapat bank sentral Amerika Serikat (AS) dalam Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) yang akan berlangsung pada pekan ini.

Pasar akan memantau apakah akan ada kebijakan-kebijakan tambahan yang dipersiapkan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk mengerem efek buruk dari kebijakan tapering (pengurangan pasokan likuiditas di pasar oleh bank sentral AS).

Sikap kehatian-kehatian investor global ini membuat kontrak berjangka (futures) indeks saham AS bergerak mixed pada perdagangan hari ini.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading