Ramalan Harga Emas Sepekan ke Depan, Cuan atau Keok?

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
19 September 2021 19:08
INFOGRAFIS Sepekan, Pergerakan Harga Emas Sepekan (07052021)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pekan depan, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diprediksi masih akan melanjutkan tren pelemahan seiring dengan rencana pengurangan nilai (tapering) oleh bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

Sampai dengan Sabtu (18/9/2021) harga emas batangan dengan berat 1 gram stagnan di harga Rp 918.000 per gram. Dalam sepekan, harga emas Antam turun Rp 16.000 per gram. Harga tersebut merupakan yang terendah sejak 1 April lalu.

Sementara, menurut data Refinitiv, dalam seminggu harga emas dunia di pasar spot turun 1,86% ke posisi US$ 1.754,16/troy ons.

Riset CNBC Indonesia mencatat, penurunan ini disebabkan oleh berbagai katalis negatif yang menekan harga emas dunia. Pertama, rencana tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed).

Isu ini sudah mengemuka beberapa bulan terakhir, membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury) dan dolar AS naik di awal Agustus lalu. Dua aset tersebut membuat emas menjadi kurang menarik, alhasil terjadi capital outflow di pasar emas. Penguatan tajam dolar AS dan kenaikan yield obligasi (Treasury) terjadi pasca rilis data penjualan ritel membuat emas terpukul.

Di sisi lain, penjualan ritel di AS tercatat tumbuh 0,7% pada pada Agustus 2021 dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Jauh membaik ketimbang Juli 2021 yang minus 1,8% mtm.

"Konsumsi di AS tidak berkurang sebanyak yang diperkirakan. Ekonomi masih bergeliat," ujar Chris Low, Kepala Ekonom FHN Financials yang berbasis di New York, seperti dikutip dari Reuters.

Rebound penjualan ritel tersebut membuat pengumuman kebijakan moneter bank sentral AS pekan depan kembali menarik, isu tapering dalam waktu dekat yang sebelumnya sempat meredup kini kembali muncul.

"Emas mendapat pukulan yang besar. Dengan penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury, investor yang memiliki posisi beli mulai keluar dari pasar," kata Bob Haberkorn, kepala strategi pasar di RJO Futures, sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (16/9).

Haberkorn juga melihat emas masih akan dalam tren turun hingga rapat kebijakan moneter The Fed pekan depan. Hal itu bisa berubah seandaianya ada situasi geopolitik yang mendukung, atau pun ada kejutan dari pernyataan pejabat elit The Fed.

Berikut ini harga emas batangan Antam sampai dengan Sabtu (18/9/2021) di butik Pulogadung:

1 gram Rp 918.000
3 gram Rp 2.639.000
5 gram Rp 4.365.000
10 gram Rp 8.675.000
25 gram Rp 21.562.000
50 gram Rp 43.045.000
100 gram Rp 86.012.000
250 gram Rp 214.765.000
500 gram Rp 429.320.000
1000 gram Rp 858.600.000



[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awas, Harga Emas Diramal Jatuh 45% Gegara Ini


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading