Jreng! Anthoni Salim Bakal Tambah Modal Bank INA Rp 1,24 T

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 September 2021 18:40
anthoni salim (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten bank yang terafilasi dengan Grup Salim, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) berencana menambah modal melalui skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak-banyaknya 282,71 juta saham.

Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan Bank Ina, jumlah saham yang diterbitkan dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) III ini sebesar 4,76% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor perseroan.

Nilai nominal dari rights issue ini sebesar Rp 100 per saham dengan harga pelaksanaan berkisar Rp 4.200 sampai Rp 4.380 per saham. Sehingga, potensi jumlah dana yang dihimpun dari rights issue ini sebesar Rp 1,24 triliun.


Anthoni Salim, melalui PT Indolife Pensiontama selaku pengendali saham perseroan menyatakan kesiapannya untuk menambah porsi saham BINA.

"PT Indolife Pensiontama sebagai pemegang saham Pengendali telah menyatakan akan melak sanakan HMETD yang menjadi haknya dalam PUT III. Apabila saham yang ditawarkan dalam PUT III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang Saham atau pemegang bukti HME TD, maka sisanya akan dialokasikan kepada Pemegang Saham lainnya," tulis prospektus tersebut, Kamis (16/9/2021).

Seperti diketahui, rencana rights issue ini sudah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang saham Luar Biasa (RUPSLB) Bank Ina Perdana untuk tahun buku 2020.

Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu, sebelumnya mengatakan, para pemegang saham perseroan yang saat itu tercatat besar kemungkinan menyerap HMETD tersebut. "Kemungkinan pemegang saham utama ikut serta," katanya usai RUPSLB, di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Daniel tidak menampik mengenai kemungkinan Anthoni akan ikut serta menyerap HMETD tersebut. "Kemungkinan itu ada," ujarnya.

Ia menambahkan, persetujuan right issue tersebut memuluskan rencana peningkatan modal inti hingga Rp 2 triliun pada akhir tahun 2021. Right issue tersebut merupakan mandatory dari OJK agar bank memenuhi modal inti sebesar Rp 2 triliun di tahun ini dan Rp 3 triliun pada 2022 nanti.

Untuk diketahui, komposisi kepemilikan saham perseroan efektif sampai dengan 31 Agustus 2021, PT Indolife Pensiontama memegang 22,47 persen, PT Gaya Hidup Masa Kini mengempit 9,98 persen, PT Philadel Terra Lestari menguasai 7,53 persen, PT Samudera Biru, 16,51 persen, Trustee Of NS Financial Fund yang dikelola DBS Bank Ltd 10,49 persen, Asean Finacial yang dikelola Liontrust 18,29 persen, dan sisanya oleh masyarakat.

Adapun, pemegang saham pengendali penerima manfaat terakhir atau ultimate shareholder adalah Anthoni Salim.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading