Bank Permata Siap Tambah Saham Publik, Begini Rencananya

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
16 September 2021 15:50
Gedung Bank Permata

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten perbankan, PT Bank Permata Tbk (BNLI) menyatakan siap memperbesar porsi saham publik atau minimal jumlah saham beredar (free float) minimal 7,5% sesuai ketentuan yang berlaku di Bursa Efek Indonesia.

Saat ini, porsi saham publik Bank Permata hanya tersisa 1,29% setelah diakuisisi oleh Bangkok Bank Public Company Limited usai pelaksanaan tender wajib.

Direktur Keuangan Bank Permata, Lea Kusumawijaya mengungkapkan, tender wajib itu merupakan kelanjutan dari proses akuisisi kepemilikan saham 89,12% Bank Permata oleh Bangkok Bank Plc dari pemegang saham sebelumnya, PT Astra International Tbk dan Standard Chartered.


Namun demikian, kata Lea, dalam waktu 2 tahun ke depan, Bangkok Bank Plc diwajibkan untuk melakukan re-floating kembali kepemilikan sahamnya kepada publik, sehingga kepemilikan saham BBL akan kembali menjadi 89,12% seperti sebelum mandatory tender offer (MTO) dilakukan.

"Dengan demikian perseroan akan dapat memenuhi ketentuan bursa terkait minimum free floating share," kata Lea, dikutip di laman keterbukaan informasi BEI, Kamis (16/9/2021).

Seperti diketahui, bank bersandi BNLI ini telah memenuhi kewajibannya melaksanakan penawaran tender wajib dengan membeli sebanyak 2,97 miliar saham Bank Permata dari pemegang saham publik di harga Rp 1.347 per saham.

"Setelah penyelesaian penawaran tender wajib, total jumlah saham yang dimiliki Bangkok Bank dalam perseroan menjadi 27,68 miliar saham atau mewakili 98,71% dari modal yang ditempatkan perseroan," tulis Sekretaris Perusahaan Bank Permata, Katharine Grace.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, transaksi jumbo ini dilakukan di pasar negosiasi melalui broker PT Mandiri Sekuritas (CC) pada 7 Oktober 2020 lalu. Adapun total dana yang dikeluarkan tersebut mencapai Rp 4 triliun.

Penawaran tender wajib dilakukan sehubungan dengan saham yang dimiliki oleh pemegang saham publik dalam jumlah 26.880.234 saham kelas A dan 3.024.429.639 saham kelas B dari modal perseroan yang ditempatkan, mewakili sekitar 10,88% dari seluruh modal perseroan.

Sampai dengan 31 Agustus 2021, tercatat kepemilikan saham Bangkok Bank di BNLI meningkat menjadi 98,71%, sisanya pemegang saham publik sebesar 1,29%.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading