Sah! Bangkok Bank Dilebur, Bank Permata Menjadi Bank BUKU IV

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
22 December 2020 08:05
Gedung Bank Permata

Jakarta, CNBC Indonesia - Penggabungan PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia (BBI) resmi menjadikan bank ini masuk dalam kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 4 dengan modal lebih dari Rp 30 triliun.

Penggabungan ini telah mendapatkan efektif dari OJK pada 21 Desember 2020 dengan Bangkok Bank Public Company Limited selaku pemegang saham pengendali.

Operasional BBI ini setelah penggabungan di Jakarta dan Surabaya akan dilakukan sebagai Bank Permata. Sedangkan kantor cabang di Medan ditutup akan ditutup setelah tanggal efektif integrasi dan semua transaksi perbankan akan dilayani oleh Bank Permata.


Sedangkan dari sisi sumber daya manusia, karyawan BBI akan bergabung dengan bank hasil penggabungan.

Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah mengatakan penggabungan kedua bank ini merupakan upaya untuk mendukung kebijakan konsolidasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat industri perbankan Indonesia.

"... Setelah Integrasi dan persetujuan OJK, PermataBank akan menjadi Bank Buku IV dengan struktur permodalan yang kuat, sehingga memperkuat peran kami sebagai agent of development untuk mendukung pertumbuhan bisnis nasabah...," kata Ridha dalam siaran persnya, dikutip Selasa (22/12/2020).

Penggabungan keduanya akan memperkuat portofolio bisnis perusahaan yang berkomitmen memberikan layanan perbankan digital, ritel, syariah, UMKM dan korporasi dengan kualitas prima bagi seluruh nasabah.

Kekuatan Bangkok Bank akan menyediakan kapabilitas perbankan korporat dan jaringan cabang internasional serta basis pelanggan yang luas.

Presiden Bangkok Bank dan Komisaris Utama Bank Permata Chartsiri Sophonpanich mengatakan dengan bergabungnya Bank Permata ke grup Bangkok Bank, akan mendukung bisnis di Indonesia untuk mengambil peluang di pasar kawasan Asean.

"... Kedepannya, kami ingin berbagi pengetahuan dan keahlian kami untuk memberikan nilai yang lebih besar kepada para pemangku kepentingan, membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah, dan mendukung bisnis Indonesia untuk menangkap peluang di seluruh wilayah ASEAN dan lainnya," kata dia.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Tender Offer Dimulai, Saham Bank Permata Malah Drop


(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading