Soal Produk, Erick: Pak Mendag Bukan Sosok yang Senang Impor

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
16 September 2021 13:20
Keterangan pers menteri terkait ratas mengenai pinjaman kredit usaha rakyat pertanian, Senin (26/7/2021). Ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menghadiri "Launching Produk Bersama" dengan Nusakita, Panganesia, dan Rania! yang ditayangkan di kanal Youtube Kementerian BUMN, Kamis (16/9/2021).

Nusakita adalah merek minyak goreng, gula pasir, teh dan kopi dari Holding BUMN Perkebunan Nusantara (PTPN III) yang dirilis bertepatan pada 17 Agustus 2021. Sementara itu Rania adalah merek beras dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI dan PT Pertani (Persero).

Adapun Panganesia adalah merek minyak goreng dari PT PPI (Persero).


Dalam sambutannya, Erick bicara soal transformasi BUMN sektor pangan yang menjadi keharusan.

"Kita harus bisa menyeimbangkan berapa produksi dalam negeri, berapa impor. Karena itu sejak awal saya bersama Pak Menteri Perdagangan [Muhammad Lutfi] mendorong ini ada ekuilibrium ekosistem baru. Saya yakin Pak Menteri Perdagangan background-nya bukan yang senang impor. Tetapi data harus disamakan," katanya.

Erick bersyukur lantaran dasar hukum Badan Pangan Nasional (BPN) sudah dirilis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia pun mengaku menunggu kinerja badan tersebut.

"Kenapa saya bicara begini? Karena kita harus pastikan juga holding pangan kita itu nanti ada dua. Satu yang memang penugasan menjaga stabilisator tetapi juga apa yang disampaikan Pak Dirut (Dirut RNI Arief Prasetyo) tadi bahwa ada yang namanya market driven, friendly kepada market," ujar Erick.

Tidak lupa, Erick mengucapkan terima kasih atas kepercayaan pihak swasta yang bekerja sama dengan BUMN. Sebab, semua pihak harus bekerja sama membangun ekosistem yang sehat.



"Kita tidak mau BUMN menjadi menara gading, tetapi saya ingin pastikan kerja sama BUMN dengan swasta, pemerintah daerah, harus win-win, saling untung. Saya tidak mau ada oknum di BUMN yang mana selama ini sering terjadi tindak korupsi karena project based, bukan business process yang baik," kata Erick.

"Saya juga meminta para swasta yang berpartner dengan para BUMN jangan 'ngakali', harus win-win. Apalagi sekarang di era yang sangat transparan, digitalisasi, Covid-19 memaksa digitalisasi terjadi, digitalisasi artinya transparansi dan pasar terbuka," lanjutnya.

Lebih lanjut, Erick mengapresiasi langkah RNI, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR, dan PTPN membuat ekosistem baru dalam wujud Warung Pangan.

Hal itu sejalan dengan tekad Kementerian BUMN mendorong BUMN dekat dengan rakyat, membangun UMKM, dan menciptakan lapangan kerja.

"Kita melihat Warung Pangan ini menjadi ekosistem yang baik," ujar Erick.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan M Lutfi mengaku bangga dengan keberadaan Warung Pangan yang berbasis aplikasi digital.

"Ini merupakan suatu terobosan Kementerian BUMN yang mesti kita dukung. Karena ini yang ditolong ini bukan hanya customer-nya tapi juga penjualnya dan ini memberikan nilai tambah kepada petani, pelaku usaha, yang NTP-nya kadang-kadang untung, banyakan ruginya. Jadi bapak dan ibu memberikan terobosan opsi kepada petani-petani kita untuk bisa menjual di dalam closed look," katanya.

Lebih lanjut, Lutfi bilang kalau studi ADB menunjukkan ekonomi digital akan mengikis si kaya dan si miskin.

"Oleh sebab itu, ini adalah terobosan kita yang mesti kita dukung. Saya titip pesan Pak Arief karena kita berbasiskan teknologi, jadi Anda harus bersandar pada inovasi. Jadi jangan hanya bikin apps-nya terus sudah, kita mesti membangun inovasi teknologinya untuk bisa bersaing. Agar warnanya yang oranyenya ini bisa mengalahkan yang lain," ujarnya.


[Gambas:Video CNBC]

(miq/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading