Inflasi Dekati Proyeksi, Dow cs Dibuka Berayun ke Zona Merah

Market - Arif Gunawan, CNBC Indonesia
14 September 2021 21:05
FILE -In this June 16, 2020 file photo, a sign for a Wall Street building is shown in New York. Earnings reporting season is about to get underway for big companies, and the forecasts are grim. Wall Street expects S&P 500 companies to report profits plunged by the most since the depths of the Great Recession during the second quarter. Earnings reports tend to matter deeply to investors because stock prices track the path of earnings over the long term.   (AP Photo/Mark Lennihan, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka berayun ke jalur merah pada perdagangan Selasa (14/9/2021), setelah indeks S&P 500 mengakhiri perdagangan Senin di teritori positif.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 80 poin (+0,2%) pukul 08:30 waktu setempat (20:30 WIB) dan selang 30 menit berbalik menjadi minus 82,1 poin (-0,24%) ke 34.787,52. Indeks S&P 500 turun 9 poin (-0,2%) ke 4.459,71 dan Nasdaq surut 8,5 poin (-0,06%) ke 15.097,1.

Pasar merespons data inflasi yang akan menjadi acuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed). Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus tercatat tumbuh 0,3% (bulanan) dan 5,3% (tahunan). Angka itu sedikit lebih rendah dari proyeksi ekonom dalam polling Dow Jones yang memperkirakan 0,5% (bulanan) dan 5,4% secara tahunan.


Inflasi inti tercatat hanya naik 0,1% atau lebih mendingan dari konsensus pasar yang memprediksi angka 0,3%. Sebelumnya, Indeks Harga Produsen (producer prices index/PPI) Agustus melesat 8,3% (tahunan), menjadi yang tercepat sejak 2010. Secara bulanan PPI naik 0,7%, di atas estimasi Dow Jones sebesar 0,6%.

"Bagian penting dari kabar itu adalah kita menunjukkan perbaikan yang bertahap, sesuatu yang kita perlu untuk lihat," tutur Art Hogan, Kepala Perencana Pasar National Securities, seperti dikutip CNBC International.

Pada Senin, indeks Dow Jones Industrial Average di Amerika Serikat (AS) menguat 0,76%, sementara S&P 500 naik 0,23%. Sebaliknya, Nasdaq melemah tipis 0,07%. Sepanjang September, indeks S&P 500 melemah 1%.

Saham Apple menguat tipis jelang pertemuan Selasa, di mana perseroan akan merilis versi iPhone, AirPods dan Apple Watch terbaru. Saham yang terkait dengan pembukaan kembali ekonomi seperti maskapai penerbangan juga berbalik menguat.

Pemicunya adalah kabar positif Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Center for Disease Control and Prevention/CDC) yang melaporkan kasus Covid AS menurun dengan rerata penambahan pekan lalu hanya 144.300, turun dari pekan sebelumnya sebanyak 167.600 kasus.

Di Washington, Partai Demokrat di DPR AS mengusulkan kenaikan pajak untuk membiayai paket stimulus senilai US$ 3,5 triliun. Menurut rencana, pajak penghasilan (Pph) badan dan pribadi akan dinaikkan masing-masing menjadi 26,5% dan 39,6%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(ags/ags)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading