Bos Indofarma Siapkan Jurus Ini Bila Tren Covid RI Melandai

Market - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 September 2021 19:35
Erick Thohir di Bio Farma, 10 Juli 2021, dok Kementerian BUMN

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten farmasi BUMN, PT Indofarma Tbk (INAF) akan terus meningkatkan penjualan di bisnis suplemen dan farmasi seiring dengan terus meningkatnya kesadaran masyarakat akan kesehatan meskipun pandemi Covid-19 di Indonesia mulai melandai.

Direktur Utama Indofarma, Arief Pramuhanto mengungkapkan, pada tahun ini perseroan menargetkan, penjualan di segmen suplemen dan vitamin akan memberikan andil 19-20% terhadap pendapatan perseroan, meningkat dari saat ini pada kisaran 15-17%.

Arief menambahkan, setelah pandemi melandai berimbas pada penurunan permintaan obat-obat untuk perawatan pasien Covid-19 seperti Oseltamivir, Ivermectin, Favipiravir dan Remdesivir karena penurunan kasus Corona dan penurunan tingkat keterisian rumah sakit (BOR, bed occupancy rate).


Penurunan permintaan obat Covid-19 juga terjadi untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri.

"Melandainya Covid-19 berdampak pada penurunan obat [treatment] Covid-19 yang digunakan di rumah sakit karena BOR turun, Remdesivir turun signifikan," kata Arief, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Selasa (14/9/2021).

Padahal, pada saat gelombang kedua terjadi di Indonesia, permintaan obat Covid-19 cukup tinggi dan memberikan andil 50% terhadap pendapatan Indofarma.

"Melandainya kasus sudah mulai turun lagi industri farmasi terkait Covid-19. Yang naik signifikan suplemen makanan vitamin dan multivitamin," ujarnya.

Oleh sebab itu, INAF akan terus menambah varian produk suplemen maupun multivitamin baru karena permintaannya masih terus meningkat.

Per kuartal I-2021, anak usaha BUMN farmasi Bio Farma ini berhasil mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih senilai Rp 1,82 miliar.

Laba bersih ini meningkat dari periode yang sama tahun lalu di mana perseroan mengalami kerugian bersih hingga Rp 21,43 miliar.

Laba emiten pelat merah ini disokong oleh meroketnya penjualan triwulan pertama yang mencapai Rp 373,20 miliar, tumbuh 152% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sejumlah Rp 148,16 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading