Internasional

Suntik Startup Mobil China Rp 4 T, Apa sih Rencana Jack Ma?

Market - Ferry Sandria, CNBC Indonesia
14 September 2021 18:35
FILE - In this May 15, 2019, file photo, founder of Alibaba group Jack Ma arrives for the Tech for Good summit in Paris. (AP Photo/Thibault Camus, File)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan e-commerce besutan Jack Ma, Alibaba, memimpin investasi senilai lebih dari US$ 300 juta atau setara dengan Rp 4,35 triliun (kurs Rp 14.500/US$) ke perusahaan rintisan autonomous driving atau layanan tanpa kemudi China, DeepRoute.ai.

Start-up yang berbasis di Shenzhen ini membuat sistem tanpa kemudi (self driving) untuk kendaraan yang melibatkan perangkat keras dan perangkat lunak.

DeepRoute.ai menjalankan armada taksi otonom yang beberapa di antaranya dioperasikan oleh mitranya termasuk perusahaan ride-hailing CaoCao dan pembuat mobil Dongfeng Motors. Selain itu perusahaan ini juga mengembangkan teknologi untuk logistik.


Keterlibatan Alibaba dalam putaran pendanaan menegaskan ambisi raksasa teknologi China untuk memperkuat eksistensi di bidang mobil tanpa pengemudi.

Alibaba sudah menjadi investor di perusahaan rintisan mobil tanpa pengemudi China lainnya yang disebut AutoX serta ikut mendanai pembuat kendaraan listrik Xpeng.

Alibaba sebenarnya memiliki cabang logistiknya sendiri bernama Cainiao yang berencana mengembangkan truk tanpa pengemudi.

Tampilan Deeproute.ai robotaxi (Deeproute.ai)Foto: Tampilan Deeproute.ai robotaxi (Deeproute.ai)
Tampilan Deeproute.ai robotaxi (Deeproute.ai)

Maxwell Zhou, CEO DeepRoute.ai, mengatakan kepada CNBC Internasional bahwa sebagian besar uang dihabiskan untuk mengembangkan teknologi dan sisanya untuk memperbesar ukuran armada dari 'taksi robot' milik perusahaan.

"Dana tersebut juga akan digunakan untuk mempekerjakan lebih banyak talenta baru," kata Zhou dilansir CNBC International, Selasa (14/9).

Dia menyebutkan perusahaan saat ini mengoperasikan sekitar 70 robotaxis dan ingin memperluas armadanya menjadi antara 150 hingga 160. Setengahnya akan dioperasikan oleh DeepRoute.ai, sementara separuh lainnya akan dijalankan oleh mitra, kata Zhou.

Dalam siaran pers, perusahaan mengatakan strategi jangka panjangnya termasuk mengembangkan medium-duty trucks untuk logistik perkotaan, meningkatkan transit untuk pengiriman serta pengangkutan barang.

Zhou menolak mengomentari terkait proyek spesifik apa yang dilaksanakan dengan Alibaba, tetapi mengatakan "setiap peluang memungkinkan [untuk terlaksana]."

Dari sisi komersial, ada beberapa sumber pendapatan yang bisa dikerjar DeepRoute.ai. Pertama perusahaan dapat membebankan biaya kepada penumpang untuk layanan robotaxi atau bagi hasil dengan perusahaan transportasi mitra.

Kedua perusahaan juga dapat menjual sistem mengemudi otonomnya kepada pembuat mobil dengan imbalan biaya satu kali pakai serta juta biaya layanan tahunan.

Di segmen logistik, DeepRoute.ai dapat menjalankan armada tanpa pengemudi dengan klien dari perusahaan atau juga menjual/menyewakan teknologi tanpa pengemudinya.

Industri mobil tanpa pengemudi China kian kompetitif. Raksasa internet China Baidu dan aplikasi ride-hailing Didi juga berinvestasi dalam teknologi autonomous driving.

Sejumlah start-up lain di China termasuk Pony.ai dan WeRide juga menginvestasikan uang pada bisnis tersebut. Pekan lalu, WeRide meluncurkan produk baru bernama Robovan yang dirancang untuk logistik perkotaan, area yang juga dijelajahi Deeproute.ai.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading