Internasional

Chaos, Raksasa Properti China Terancam Bangkrut

Market - Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
14 September 2021 16:05
FILE PHOTO: Hui Ka Yan, chairman of Evergrande Real Estate Group Ltd, the country's second-largest property developer by sales, attends a news conference on annual results in Hong Kong, China March 29, 2016.      REUTERS/Bobby Yip/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa properti asal China, China Evergrande Group, dilaporkan terancam gagal membayar utang. Hal ini terjadi karena perusahaan tidak mampu menjual aset properti yang dimiliki untuk melunai utang sebesar US$ 300 miliar sekitar Rp 4.275 triliun.

Arus kas kini berada di bawah "tekanan yang luar biasa". Evergrande juga mengatakan dua anak perusahaannya telah gagal memenuhi kewajiban penjaminan untuk produk manajemen senilai US$ 145juta atau setara Rp 2 triliun yang dikeluarkan pihak ketiga.


"Itu bisa menyebabkan cross-default," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan kepada bursa saham Hong Kong, Selasa (14/9/2021).

Saat ini, Evergrande sendiri telah menggandeng Houlihan Lokey (China) Limited dan Admiralty Harbour Capital Limited untuk mencoba mengevaluasi likuiditas perusahaan itu. Perusahaan mengaku mencari jalan terbaik untuk membayar kewajibannya.

"Kami juga berbicara dengan calon investor untuk menjual beberapa asetnya, tetapi sejauh ini tidak ada kemajuan," tambahnya.

Sementara itu, saham perusahaan merosot di Hong Kong Selasa. Bursa Shanghai menghentikan perdagangan obligasi yang terdaftar di tengah ayunan liar dalam harga.

Tak hanya itu, investor untuk menuntut perusahaan membayar kembali pinjaman dan produk keuangan yang mereka tanamkan. Para investor bahkan marah dan sempat mengepung kantor perusahaan di Shenzen.

Sekitar 100 investor memadati lobi gedung perusahaan. Lebih dari 60 personil keamanan berjaga-jaga saat massa berteriak memaki perusahaan.

Kasus ini membuat pasar properti China terguncang. Utang Evergrande yang menjadi salah satu yang terbanyak di dunia, telah memicu kekhawatiran akan risiko penularan ke sektor properti yang sudah overhead dan sistem perbankan.

Pinjaman menahun yang dilakukan Evergrande untuk mendanai pertumbuhan yang cepat plus tindakan keras pemerintah Xi Jinping ke industri diyakini bisa memicu krisis.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading