Terungkap! Begini Nasib Saham IPCC & IPCM Usai Merger Pelindo

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
09 September 2021 16:47
Bongkar Muat Peti Kemas di Terminal Tanjung Priok. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Status dua anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II atau Pelindo II yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dan PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) mulai jelas.

Hal ini setelah pemerintah merilis dokumen berkaitan dengan struktur baru Holding BUMN Pelabuhan dengan PT Pelindo II sebagai induk usaha dengan hasil leburan Pelindo I, III dan IV.

Berdasarkan materi pemaparan Pelindo yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IPCC dan IPCM akan menjadi anak usaha langsung Holding Pelindo pascapenggabungan, bersama 27 anak usaha lainnya.


Dengan ini, porsi kepemilikan Holding Pelindo di IPCC dan IPCM masing-masing sebesar 71,28% dan 76,89%.

Dokumen Merger Pelindo, BEIFoto: Dokumen Merger Pelindo, BEI
Dokumen Merger Pelindo, BEI

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, IPCC dan IPCM akan dikonsolidasikan ke empat subholding usaha perusahaan pelabuhan. Ini merupakan bagian dari langkah penggabungan usaha perusahaan pelabuhan yang ditargetkan rampung pada awal Oktober 2021 mendatang.

Direktur Utama Pelindo 2 Arif Suhartono mengatakan dua anak usahanya ini memiliki jenis usaha berbeda. IPCC rencananya akan dikonsolidasikan kepada subholding bisnis non peti kemas, sedangkan IPCM rencananya akan memimpin konsolidasi subholding marine, equipment & port services.

"IPCC dan IPCM itu anak usaha Pelindo 2 yang mempunyai bisnis berbeda satunya kendaraan dan marine service," kata Arif dalam wawancara dengan CNBC Indonesia TV, Selasa (7/8/2021).

"IPCC akan digabung ke non peti kemas, [sedangkan] IPCM akan digabung ke marine and equipment. IPCM akan mengkonsolidasi seluruh kegiatan yang sejenis yang dilakukan Pelindo I, II, III, dan IV," terangnya.

Untuk diketahui, saat ini pemerintah tengah memproses penggabungan empat perusahaan pelabuhan pelat merah, yakni PT Pelindo I-IV (Persero). Penggabungan ini akan menyisakan Pelindo II sebagai induk usaha/holding pelabuhan milik pemerintah.

Dengan menjadikan Pelindo II sebagai holding usaha, secara otomatis Pelindo lainnya akan dilebur menjadi anak usaha berdasarkan masing-masing bisnis. Setelah menjadi holding, Pelindo II akan berganti nama menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Entitas baru ini akan menjalankan empat bisnis utama melalui entitas yang berbeda, yang merupakan penggabungan dari bisnis Pelindo sebelumnya.

Empat bisnis tersebut antara lain adalah bisnis peti kemas dengan nama PT Pelindo Multi Terminal dan berkantor di Medan dan bisnis non-petikemas di bawah PT Terminal Petikemas Indonesia, berkantor di Surabaya.

Lalu bisnis logistic and hinterland development yang akan berkantor di Jakarta dengan nama PT Pelindo Solusi Logistik. Terakhir adalah bisnis marine, equipment & port services yang akan berkantor pusat di Makassar.

Adapun holding ini ditargetkan akan dapat rampung pada 1 Oktober 2021 mendatang. Saat ini perusahaan tengah menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah terkait dengan penggabungan tersebut.

Sebagai informasi, berdasarkan dokumen Pelindo tersebut di atas, selain IPPC dan IPCM, ada 12 perusahaan lain yang sebelumnya merupakan anak usaha Pelindo II dengan porsi kepemilikan saham yang beragam.

Sementara, Pelindo I sebelumnya memiliki 5 anak usaha yang dipegang langsung, Pelindo III mempunyai 6 anak perusahaan, dan Pelindo IV memiliki 3 anak usaha. Adapun satu perusahaan, PT Terminal Petikemas Indonesia, sebelumnya merupakan entitas milik Pelindo I-IV.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pelindo 2 Jadi Holding BUMN Pelabuhan, Aset Tembus Rp 112 T


(adf/adf)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading