Kelakar Erick Soal LHKPN: Waktu Mulai Isi Kita Sempat Bingung

Market - Monica Wareza, CNBC Indonesia
07 September 2021 18:00
PLN produksi oksigen. Doc PLN.

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan pengalaman saat mengisi dan melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hal itu diungkapkan Erick dalam Webinar LHKPN: Apa Susahnya Lapor LHKPN Tepat Waktu dan Akurat? yang ditayangkan di kanal Youtube KPK pada, Selasa (7/9/2021).

"Karena saya baru pertama kali menjadi pejabat publik, tentu ketika saya harus melakukan LHKPN tentu saya sudah berpikir ini memang sebuah kewajiban dan amanah. Tapi jujur waktu mulai ngisi kita sempat bingung juga karena kan memang pertama pertama kali," ujarnya.

"Dan alhamdulillah ya memang niatnya terbuka dan ini menjadi pertanggungjawaban publik ya kita isi sesuai dengan yang kita punya. Jadi transparan," lanjutnya.

Ke depan, menurut Erick, mau tidak mau data, termasuk LHKPN, akan semakin transparan. Sebagai contoh saat masuk ke dalam mal, sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

"Nah jadi sinkronisasi data akan terjadi, suka tidak suka, ini juga yang tentu diharapkan juga bagaimana data LHKPN, data pajak, ini akan terjadi sinkronisasi juga karena supaya menjadi satu kesatuan dan ini menjadi bagian juga bagaimana kita sebagai individu baik yang ada di pemerintahan maupun di luar pemerintahan pengusaha pun ini bisa tadi sama-sama melakukan transparansi," kata Erick.

"Karena memang kuncinya memang keterbukaan ini menjadi hal yang sesuatu yang harus dilakukan," lanjutnya.



Kendati demikian, Erick mengakui ada beberapa pejabat BUMN yang belum melaporkan LHKPN. Ia pun bilang ada kendala dari sisi data yang dimiliki KBUMN dengan data yang dipunyai KPK.

"Karena ada beberapa BUMN yang sekarang sedang kita merger. Tadi kalau saya sampaikan dari 108 menjadi 41 tentu ada juga BUMN yang di bawah PPA itu ada 7-8 yang akan ditutup karena memang sudah tidak operasi dari tahun 2008, nah ini nanti datanya kita sinkronisasikan," ujar Erick.

"Supaya tadi kita tidak membuang waktu juga dengan data-data yang memang tidak diperlukan atau misalnya BUMN sendiri sudah ditutup. Hal-hal seperti ini yang kita coba lakukan dan saya rasa kompleksikan keraguan pasti di awal-awalnya ada. Tetapi tentu kalau tadi disampaikan Pak Pahala (Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan) secara transparan, jangan takut," lanjutnya.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading