Bangkitkan UMKM, Himbara Salurkan KUR Rp 137,5 T Hingga Juli

Market - Rahajeng KH, CNBC Indonesia
03 September 2021 17:52
Ketua Himbara dan Direktur Utama BRI Sunarso

Jakarta, CNBC Indonesia - Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) terus berkomitmen untuk mendukung berbagai program yang digulirkan pemerintah dalam upaya membantu masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi Covid-19. Hingga Juli 2021, Himbara juga mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 137,5 triliun.

Nilai ini setara dengan 53,44% dari total kuota KUR 2021, senilai Rp 257,4 triliun. Tercatat PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyalurkan Rp 97,77 triliun (51,46%), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 22,51 triliun (64,3%). Kemudian PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 17,16 triliun (53,64%) dan PT Bank Tabungan Negara senilai Rp 118 miliar (29,48%).

Ketua Himbara yang juga Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa secara umum, dapat terlihat bahwa seluruh kebijakan dan stimulus pemerintah termasuk bantuan sosial memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan ekonomi Q2 2021 yang tumbuh 7,07% dibandingkan tahun lalu.


"Oleh karenanya kami berkomitmen akan terus mendukung berbagai program pemerintah agar momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia terus berlanjut," ujar Sunarso, Jumat (3/9/2021).

Khusus untuk BRI, Sunarso menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong berbagai bantuan tersebut untuk memulihkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan bisnis utama BRI. Ia juga menekankan pentingnya sinergi dan kerjasama antar pihak agar kondisi ekonomi terus membaik.

"Upaya mendorong UMKM agar terus berkembang dan bertahan di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19 harus dilakukan dengan mengandalkan sinergi atau kerjasama antar pihak. Penyaluran tiga jenis stimulus dari pemerintah selama ini, yakni government spending, government investment dan government guarantee, sebenarnya sudah cukup membantu menggerakkan perekonomian nasional dan pelaku UMKM.," imbuh Sunarso.

Adapun hingga Juni 2021, Himbara mencatatkan pertumbuhan laba 18,4% atau senilai Rp 29,9 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 25,25 triliun. Pertumbuhan yang dicatatkan bank Himabara ini diwujudkan melalui strategi Business Follow Stimulus.

Selain itu, hingga akhir Juni Himbara juga mencatat pertumbuhan dari sisi aset, penyaluran kredit, dan dana pihak ketiga (DPK). Penyaluran kredit pada semester I-2021 tercatat mencapai Rp 2.552 triliun, tumbuh 5,4% dibandingkan periode yang sama 2020 senilai Rp 2.421 triliun.

Aset Himbara juga tumbuh menjadi Rp 3.904 triliun, tumbuh 7,7% dibandingkan Juni 2020 senilai Rp 3.625 triliun. Sementara itu, DPK juga masih tumbuh 8,7% menjadi Rp 2.948 triliun, dibandingkan Juni 2020 senilai Rp 2.711 triliun. Pemerintah telah menganggarkan stimulus pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam jumlah yang besar, dan menjadi salah satu pendorong perekonomian dan membantu Himbara melewati masa sulit.

Sementara untuk restrukturisasi kredit di masa pandemi yang dilakukan oleh Himbara mencapai Rp 403,99 triliun pada Juli 2021, untuk 3,3 juta debitur. Berdasarkan catatan Himbara, 64,53% dari jumlah tersebut adalah UMKM dan sisanya di segmen whole sales.

Adapun restrukturisasi UMKM senilai Rp 186,58 triliun untuk 2,8 juta debitur. Sebagian besar restrukturisasi juga diberikan untuk fasilitas kredit KUR dan Mikro, masing-masing Rp 34,12 triliun dan Rp 63,07 triliun.

Sementara untuk segmen non UMKM nilai restrukturisasi mencapai Rp 217,42 triliun, untuk 494,5 ribu debitur. Restrukturisasi pada kredit konsumer mencapai Rp 74,14 triliun, dan untuk wholesales mencapai Rp 142,27 triliun.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Dorong Perekonomian, Himbara Siap Kucurkan Kredit di Bali


(rah/rah)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading