Waspada! Ada Sinyal Keruntuhan Pasar Saham, Begini Tandanya

Market - Aldo Fernando, CNBC Indonesia
03 September 2021 15:30
Trader Frederick Reimer works on the floor of the New York Stock Exchange, Wednesday, Jan. 2, 2019. Stock markets started the new year with a tumble, as disappointing Chinese economic data on Wednesday renewed concerns that a global trade war is weighing on growth. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Reli kenaikan saham global tampaknya hampir berakhir, seiring manajer investasi (fund manager) meramal bahwa pasar saham kemungkinan akan mengalami koreksi moderat pada akhir tahun ini. Berkaitan dengan itu, para manajer investasi juga mulai mengurangi porsi saham di portofolio mereka per bulan lalu.

Hal tersebut menjadi kesimpulan dari hasil jajak pendapat Reuters yang dilakukan selama 12-30 Agustus 2021 terhadap sejumlah manajer investasi dan kepala investasi di kawasan Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat (AS).

Pada Rabu (1/9/2021) indeks saham global MSCI ACWI--yang menakar performa saham di 50 negara--mencapai level kenaikan tertinggi sepanjang masa ke posisi 743,67, sementara indeks saham Eropa STOXX, berhasil naik lebih dari 2% dalam sebulan terakhir. Kenaikan kedua indeks ini ditopang oleh stimulus moneter dan fiskal selama pandemi Covid-19.


Namun, di tengah kenaikan indeks saham global tersebut sejumlah manager fund mulai mengurangi porsi investasi di ekuitas atau saham.

Menurut survei Reuters, para fund manager memutuskan untuk sedikit memangkas alokasi rekomendasi ekuitas menjadi rata-rata 49,9% dari model portofolio global mereka. Sebelumnya, pada Juli lalu, Reuters melaporkan, manajer investasi memberikan porsi 50,1% untuk ekuitas, yang merupakan tertinggi dalam 3,5 tahun terakhir.

Bearish-BullishFoto: Reuters
Bearish-Bullish

Temuan survei ini tampak mendahului 'angin perubahan' dalam kebijakan moneter bank sentral AS Federal Reserve alias The Fed. Sebagaimana diketahui, saat ini terdapat silang pendapat di antara para pejabat The Fed soal kapan waktu yang tepat tapering atau pengurangan pembelian obligasi bulanan Fed senilai US$ 120 miliar akan dimulai.

Kemudian, ketika ditanya soal kemungkinan koreksi di pasar saham global pada akhir tahun ini, sebagian kecil responden--9 dari 17 orang--mengafirmasi kemungkinan tersebut, sementara sisanya menyangkal bahwa pasar saham global akan lesu.

Dalam survei Reuters sebelumnya terhadap 250 ahli strategi pasar saham pada 11-24 Agustus lalu, para analis pasar memprediksi bahwa 'bulan madu' reli kenaikan saham global bakal berakhir dan kemungkinan akan terjadi koreksi pada akhir tahun ini.

"Adanya growth scare seiring meningkatnya infeksi virus corona dan perlambatan dalam aktivitas pembukaan kembali [sektor ekonomi] dapat menakuti pasar domestik [AS] sehingga mencatatkan koreksi moderat," kata Rob Haworth, direktur strategi investasi senior di US Bank Wealth Management di Seattle, Washington kepada Reuters.

Pasar Saham Dibayangi 'Growth Scare' akibat Pagebluk
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading