Harga Bitcoin Ngedrop, Binance hingga Koin Polkadot Ambruk!

Market - chd, CNBC Indonesia
03 September 2021 09:54
Ilustrasi/ Bitcoin/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga mata uang kripto (cryptocurrency) terpantau bervariasi pada perdagangan Jumat (3/9/2021) pagi waktu Indonesia, di mana koin digital solana masih menjadi daya tarik investor, setelah sepanjang Agustus harganya melesat lebih dari 190%.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap pukul 09:15 WIB, dari delapan kripto berkapitalisasi terbesar non-stablecoin, hanya tiga yang masih menguat pada pagi hari ini, yakni ethereum, ripple, dan solana.

Ethereum menguat 0,41% ke level harga US$ 3.759,17/koin atau setara dengan Rp 53.624.560/koin (asumsi kurs hari ini Rp 14.265/US$), ripple naik 0,37% ke level US$ 1,24/koin atau Rp 17.689/koin, dan solana meroket 20,56% ke US$ 133,32/koin (Rp 1.901.810/koin).


Sedangkan sisanya berbalik melemah pada pagi hari ini.

Harga bitcoin merosot 2,02% ke level US$ 48.679/koin atau Rp 694.405.935/koin padahal kemarin sempat menembus US$ 50.000, cardano melemah 1,29% ke US$ 2,93/koin (Rp 41.796/koin), binance coin ambles 3,83% ke US$ 479,42/koin (Rp 6.838.926/koin), dogecoin ambruk 4% ke US$ 0,2916/koin (Rp 4.160/koin), dan polkadot ambrol 3,19% ke US$ 31,48/koin (Rp 449.062/koin).

Kripto

Sempat kembali ke kisaran level US$ 50.000 pada Kamis (2/9/2021), bitcoin pada pagi hari ini kembali melemah ke kisaran level US$ 48.000.

Analis memperkirakan bitcoin akan menguat terbatas karena mulai memasuki periode pelemah musiman. Secara rata-rata, tingkat return bitcoin biasanya negatif pada September. Namun, pengembalian di bulan November cenderung relatif tinggi.

"Bitcoin saat ini masih berada di atas level moving average (MA) 50 hari dan 200 hari yang menunjukkan bahwa tren positif di bitcoin masih ada, namun pergerakannya cenderung mulai melambat," kata Lukas Enzersdorfer-Konrad, chief product officer di Bitpanda, kepada CoinDesk.

Tak hanya di pasar saham saja, masa 'kelam' di bulan September juga terjadi di pasar kripto, di mana secara historis, pergerakan kripto termasuk bitcoin juga melambat pada bulan September.

"Bulan September tampaknya menjadi satu-satunya bulan di mana bitcoin mengalami return yang negatif," kata perusahaan investasi FundStrat, dikutip dari CoinDesk.

Sementara itu, pangsa pasar bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto (rasio dominasi) turun menuju 40%. Bitcoin telah kehilangan kekuatannya, tergeser oleh altcoin dalam hal pangsa pasar dan tingkat return-nya selama dua bulan terakhir.

Di lain sisi, koin digital cardano terus menarik minat investor, walaupun pada pagi hari ini harganya cenderung melemah. Pada perdagangan Kamis kemarin, cardano sempat melonjak lebih dari 7% ke level tertinggi sepanjang masanya ke level US$ 3,09 per koinnya.

Melesatnya harga cardano ke level tertinggi sepanjang masanya terjadi karena sang pendiri mengumumkan bahwa fungsi smart contract di cardano telah diaktifkan pada test network, uji coba jaringan blockchain yang membawa selangkah lebih dekat ke persaingan dengan blockchain Ethereum.

Pendiri cardano, Charles Hoskinson men-tweet bahwa uji coba jaringan di cardano telah berhasil menerapkan kemampuan smart contract dan kini Ia memfokuskan upgrade sistem yang diberi nama "Alonzo" dalam jaringan utamanya.

Cardano saat ini menjadi kripto terbesar ketiga berdasarkan kapitalisasi pasarnya, yakni mencapai US$93,7 miliar, menggeser kapitalisasi pasar binance coin yang sebelumnya sempat bertengger di posisi ketiga. Sepanjang tahun ini, cardano telah melonjak hingga 1,583%.

Sementara itu, koin digital solana juga tak kalah menarik dalam beberapa hari terakhir. Solana pun berhasil mendominasi pasar kripto sepanjang Agustus. Harganya juga terbilang sudah melesat tiga kali lipatnya.

Dalam periode tujuh hari, solana telah melesat hingga lebih dari 60%. Sepanjang Agustus lalu, solana telah melesat hingga 195% ke level US$ 108 per koin. Pada pagi hari ini pun masih menguat hingga menyentuh kisaran level US$ 130.

Solana menjadi semakin menarik karena investor berspekulasi tentang pertumbuhan cepat dalam blockchain "Smart Contract" yang mungkin suatu hari akan menyaingi Ethereum.

Adapun terkait regulasi, Bank Sentral Singapura, Monetary Authority of Singapore (MAS) pada Kamis (2/9/2021), memerintahkan platform pertukaran uang kripto Binance.com untuk berhenti menyediakan layanan pembayaran kepada penduduk di Singapura.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading